AKTUALITA.CO.ID _ Seksi Rehabilitasi Badan Narkotika Nasional (BNN) Kabupaten Bogor Imam Maulana menyebut, Kecamatan Gunung Putri merupakan daerah rawan peredaran narkoba pada anak usia remaja. Hal itu dikatakan saat dirinya memberikan materi pemaparan bahaya penyalahgunaan narkoba pada momen Gebyar Festival Desa Bersinar, Desa Tlajung Udik, Kecamatan Gunung Putri, Kabupaten Bogor. Senin (26/8/24).
“ Desa Tlajung Udik sudah mendeklarasikan dirinya menjadi Desa Bersinar. Jadi kami harap, ada upaya yang dilakukan Pemdes dan seluruh masyarakat untuk mencegah adanya peredaran narkoba di wilayah Tlajung Udik,” cetusnya kepada Aktualita.co.id.
Imam menyebut, menurut data dari Tahun 2023 adanya peningkatan kasus pelajar yang melakukan penyalahgunaan narkoba.
“ Kalau dari data, obat-obatan golongan G masih menjadi primadona di kalangan pelajar. Dan untuk penyalahgunaan narkoba jenis sabu, ganja, dan psikotropika lainnya rentan digunakan oleh usia produktif,” bebernya.
Yang masih memprihatinkan ialah, sambung Imam, sejak Tahun 2021 sampai Tahun 2024. Dari 416 desa di Kabupaten Bogor baru ada 80 desa yang terbentuk Desa Bersinar. ” Itupun hanya 10 persen yang benar-benar aktif dan menerapkan makna dari kata Desa Bersinar,” keluhnya.
“ Padahal, BNN Kabupaten Bogor sudah membuka ruang kepada desa. Jika ada kesulitan dan ketifakfahaman dalam membentuk Desa Bersinar bisa berkoordinasi dengan BNN, ” imbuhnya.
Sementara, Kepala Desa Tlajung Udik, Yusuf Ibrahim mengakui, adanya kesulitan dalam memberikan edukasi dan pemahaman peran dari Desa Bersinar. Ia khawatir, ketidaktahuan itu akan berpengaruh terhadap efektifitas dari Desa Bersinar itu sendiri.
“ Efektif atau tidak efektif nya itu balik lagi ke diri kita masing masing, minimal kita memberantas dengan cara mengedukasi. Siapa tau ada setetes harapan buat kita,” katanya.
“ Pada intinya peran awal kita memberikan edukasi, efektifitas buat saya itu nomor sekian. Tapi yang paling saya optimalkan adalah dari kegiatan ini menjadi hasil positif,” pungkasnya.
**pandu









