Aktuals
  • Home
  • Peristiwa
  • Hukum dan Kriminal
  • Daerah
  • Pendidikan dan Kesehatan
  • Sosok dan Politik
  • Ekonomi dan Bisnis
  • Pemerintahan
  • Lifestyle
  • Olahraga
No Result
View All Result
Aktualita
  • Home
  • Peristiwa
  • Hukum dan Kriminal
  • Daerah
  • Pendidikan dan Kesehatan
  • Sosok dan Politik
  • Ekonomi dan Bisnis
  • Pemerintahan
  • Lifestyle
  • Olahraga
No Result
View All Result
Aktuals
No Result
View All Result
Home Pendidikan dan Kesehatan

Bisa Timbulkan Kecemasan, Hindari Ngecek Ponsel Saat Bangun Tidur

sayyev by sayyev
June 23, 2023
in Pendidikan dan Kesehatan
0
Bisa Timbulkan Kecemasan, Hindari Ngecek Ponsel Saat Bangun Tidur

ilustrasi

74
SHARES
1.2k
VIEWS
Share on FacebookShare on TwitterShare on Whatsapp

AKTUALITA.CO.ID – Ada kebiasaan yang dianggap buruk para ahli saat bangun tidur karena bisa menimbulkan kecemasan.

Nah, yang paling sering dilakukan orang dikutip dari RMOL, Jumat (23/6/2023), mengecek ponsel ketika bangun tidur. Lalu meremehkan waktu, menonton berita, bertengkar di media sosial dan tidak menarik bafas cukup dalam.

Kecemasan ini oleh American Psychiatric Association diperkirakan mencapai 30 persen orang dewasa pada suatu waktu dalam hidup mereka. “Kecemasan adalah reaksi normal terhadap stres dan dapat bermanfaat dalam beberapa situasi,” tulis mereka.

Berita lainnya

‎Angka Perokok Remaja Meningkat, Pemkot Bogor Perkuat Komitmen Kawasan Tanpa Rokok di Sekolah‎

Gus Ipul Ajak Warga Lihat Sekolah Rakyat

21 Kepala OPD Jadi Pembina Upacara SMP

Kecemasan dapat mengarahkan seseorang pada bahaya tapi membuat tetap waspada. Para ahli mengatakan, ada kebiasaan tertentu yang bisa membuat seseorang cemas, meski tidak mengancam keselamatan.

Berikut penjelasannya dikutip dari Best Life perihal kebiasaan buruk saat bangun tidur

1. Mengecek ponsel saat bangun tidur

“Perilaku memulai hari dengan membombardir otak pada informasi, menyebabkan kita merasa cemas tentang semua yang perlu kita lakukan. Kita tidak memiliki kesempatan untuk membiarkan pikiran atau tubuh kita bangun dulu,” kata pendiri dan kepala petugas klinis Joon, Amy Mezulis.

Unggahan, laporan berita, dan email, itu akan tetap ada dalam 15 atau 20 menit setelah peregangan pagi, secangkir kopi pertama, atau meditasi pagi. “Menunggu, akan membuat saya menerima informasi dari tempat yang jauh lebih tenang,” kata dia.

Seorang terapis dan pelatih kehidupan di Fresh Starts Registry, Daniel Rinaldi, menyarankan untuk menerapkan rutinitas pagi yang baru. Beri waktu yang banyak pada tubuh untuk bersantai pada hari itu dan terlibat dalam hal-hal seperti meditasi, atau mungkin membuat jurnal atau mendengarkan musik.

2. Meremehkan waktu

“Banyak dari kita mengalami kesulitan untuk menyelesaikan suatu pekerjaan ketika tiba waktunya untuk berganti pekerjaan lainnya. Terutama jika kita memiliki kecenderungan perfeksionisme atau terlalu banyak bekerja,” kata Mezulis.

Biasanya orang akan melakukan hal itu berulang-ulang untuk memastikan semua dikerjakan dengan benar. Salah satu cara untuk mencoba mengurangi perilaku ini adalah dengan menetapkan waktu tertentu untuk berhenti dan bertransisi ke pekerjaan atau aktivitas berikutnya.

“Jika sadar bahwa kita terus-menerus meremehkan waktu, berlatihlah membangun batasan. Jika menurut kita suatu pekerjaan akan memakan waktu 10 menit, beri batasan 20 menit untuk melihat bagaimana rasanya tidak terburu-buru untuk mengerjakannya,” kata Mezulis.

3. Menonton berita

Sebuah studi pada Agustus 2022 yang diterbitkan di Health Communication, menemukan bahwa orang yang secara obsesif mengonsumsi media berita lebih cenderung tidak hanya menderita stres dan kecemasan, tetapi juga kesehatan fisik yang buruk.

Profesor periklanan di College of Media and Communication di Texas Tech University dan penulis utama studi tersebut, Bryan McLaughlin, mengatakan bahwa berita beberapa tahun terakhir (pandemi global, kerusuhan politik, penembakan massal, perang, dan kebakaran hutan) telah memengaruhi banyak dari kita secara mendalam.

“Menyaksikan peristiwa-peristiwa ini terungkap dalam berita, dapat membawa keadaan kewaspadaan tinggi yang konstan pada beberapa orang, meningkatkan motif pengawasan mereka, dan membuat dunia tampak seperti tempat yang gelap dan berbahaya,” kata dia.

Rinaldi menyarankan untuk membatasi eksposur terhadap berita, terutama berita negatif. “Izinkan diri kita hanya pada waktu-waktu tertentu untuk mengonsumsi berita, dan sebaiknya jangan ketika bangun tidur atau saat mau tidur,” kata dia.

4. Bertengkar di media sosial

Sebuah studi pada Mei 2022 yang diterbitkan dalam Cyberpsychology, Behavior, and Social Networking, menunjukkan bahwa berhenti dari perilaku ini selama satu pekan dapat mengurangi kecemasan dan meningkatkan perasaan sejahtera.

Belum siap untuk mematikan media sosial, bahkan untuk beberapa hari? Rinaldi menyarankan untuk mengubah cara menggunakannya. “Terlibatlah dalam interaksi positif,” kata dia. Keluarkan konten positif dan hindari konten yang meningkatkan kecemasan.

5. Tidak menarik napas cukup dalam

“Tingkat kecemasan kita dan keadaan fisik kita sangat erat kaitannya. Ketika kita cemas, sistem saraf simpatik tubuh kita bekerja (kita pernah mendengar respons ‘melawan atau lari’). Pupil mata kita membesar, detak jantung kita meningkat, darah mengalir dari ekstremitas ke otot utama, kita mematikan pencernaan, dan kita mulai bernapas dengan sangat cepat dan dangkal,” kata dia.

Menurut dia, masalahnya adalah hubungan ini berjalan dua arah. Kecemasan dapat membuat pernapasan kita menjadi dangkal, tetapi pernapasan cepat yang dangkal juga dapat membuat kita merasa cemas, karena tubuh dan pikiran berusaha menyinkronkan pengalamannya.

Dia menyarankan pernapasan kotak, yang ia yakini sebagai garis pertahanan pertamanya melawan serangan panik. “Bujur sangkar memiliki empat sisi yang sama, jadi itu adalah pola pernapasan dalam empat bagian yang sama,” kata Rinaldi.

Tarik napas selama lima detik, tahan selama lima detik, embuskan selama lima detik, dan tahan napas selama lima detik. Lakukan ini lima kali dan kecemasan akan segera mereda.

** yev

Tags: penyebab kecemasan
Share30Tweet19Send
sayyev

sayyev

Rekomendasi Untuk Anda

‎Angka Perokok Remaja Meningkat, Pemkot Bogor Perkuat Komitmen Kawasan Tanpa Rokok di Sekolah‎

by Arsyit Syarifudin
June 18, 2026
0
‎Angka Perokok Remaja Meningkat, Pemkot Bogor Perkuat Komitmen Kawasan Tanpa Rokok di Sekolah‎

AKTUALITA.CO.ID – Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor terus memperkuat upaya pencegahan perilaku merokok di kalangan remaja melalui program Smoke Free Youth Generation 2026 yang digelar di SMP Negeri 15...

Read more

Gus Ipul Ajak Warga Lihat Sekolah Rakyat

by Arsyit Syarifudin
June 16, 2026
0
Gus Ipul Ajak Warga Lihat Sekolah Rakyat

AKTUALITA.CO.ID – Menteri Sosial Saifullah Yusuf atau Gus Ipul mengajak masyarakat, khususnya calon siswa dan orang tua, untuk melihat secara langsung proses pendidikan di Sekolah Rakyat. Ajakan tersebut...

Read more

21 Kepala OPD Jadi Pembina Upacara SMP

by Arsyit Syarifudin
June 16, 2026
0
21 Kepala OPD Jadi Pembina Upacara SMP

AKTUALITA.CO.ID – Pemerintah Kabupaten Bogor mengambil langkah berbeda dalam memperkuat pendidikan karakter di kalangan pelajar. Sebanyak 21 kepala perangkat daerah, asisten, staf ahli, dan direktur RSUD diterjunkan langsung...

Read more

Biar Error Asal Kesohor, KDM Kecewakan Ribuan Orang Tua Siswa di SPMB 2026

by Arsyit Syarifudin
June 15, 2026
0
Biar Error Asal Kesohor, KDM Kecewakan Ribuan Orang Tua Siswa di SPMB 2026

AKTUALITA - Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi (KDM) gagal menghadirkan layanan terbaik di bidang pendidikan. Untuk menyekolahkan anak saja, warga Jawa Barat harus dihadapkan dengan sistem SPMB error...

Read more

Pendaftaran Magang Jepang Resmi Dibuka

by Arsyit Syarifudin
June 15, 2026
0
Pendaftaran Magang Jepang Resmi Dibuka

AKTUALITA – Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) kembali membuka kesempatan bagi masyarakat yang ingin bekerja dan mengembangkan karier di Jepang melalui Program Pemagangan Jepang dan Pelatihan Kaigo. Pendaftaran kedua program...

Read more
Next Post
Polisi Bakal Tuntaskan Kasus Dugaan Penjualan Organ Tubuh di Bekasi

Polisi Bakal Tuntaskan Kasus Dugaan Penjualan Organ Tubuh di Bekasi

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Related News

Meriah, HUT Ke-25 DWP Kota Tangerang Santuni Anak Yatim

Meriah, HUT Ke-25 DWP Kota Tangerang Santuni Anak Yatim

December 17, 2024
Dapat Daging Kurban, Coba Bikin Sate Maranggi. Ini Cara dan Resepnya!

Dapat Daging Kurban, Coba Bikin Sate Maranggi. Ini Cara dan Resepnya!

June 29, 2023
Pelantikan Karang Taruna Desa Cicadas, Siap Wujudkan Generasi Muda Berprestasi

Pelantikan Karang Taruna Desa Cicadas, Siap Wujudkan Generasi Muda Berprestasi

December 14, 2025

Telusuri menurut Kategori

  • Daerah
  • Ekonomi dan Bisnis
  • Headline
  • Hukum dan Kriminal
  • Lifestyle
  • Olahraga
  • Pemerintahan
  • Pendidikan dan Kesehatan
  • Peristiwa
  • Sosok dan Politik
Aktualita

aktualita.co.id merupakan portal berita aktual yang tersaji dengan realita seputar pemerintahan, daerah, pendidikan hingga informasi kesehatan untuk memenuhi kebutuhan pembaca masyarakat Indonesia. aktualita.co.id juga telah tergabung dengan Serikat Media siber Indonesia (SMSI) dan wartawannya tergabung dalam organisasi Persatuan Wartawan Indonesia (PWI).

Kategori

  • Daerah
  • Ekonomi dan Bisnis
  • Headline
  • Hukum dan Kriminal
  • Lifestyle
  • Olahraga
  • Pemerintahan
  • Pendidikan dan Kesehatan
  • Peristiwa
  • Sosok dan Politik

Informasi

Redaksi
Karir
Info Iklan
Term & Conditions
Visi dan Misi
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
Kode Etik Jurnalistik

© 2024 aktualita.co.id

No Result
View All Result
  • Home
  • Peristiwa
  • Hukum dan Kriminal
  • Daerah
  • Pendidikan dan Kesehatan
  • Sosok dan Politik
  • Ekonomi dan Bisnis
  • Pemerintahan
  • Lifestyle
  • Olahraga

© 2024 aktualita.co.id

Are you sure want to unlock this post?
Unlock left : 0
Are you sure want to cancel subscription?
Static Icon
✕
Aktualita.co.id

FREE
VIEW