AKTUALITA.CO.ID _ Desa Gunung Putri, Kecamatan Gunung Putri, Kabupaten Bogor, resmi meluncurkan program Kawasan Berikat Bersinar dengan tema “Perusahaan Bersih Narkoba”. Program ini bertujuan untuk mencegah peredaran gelap narkotika serta menciptakan lingkungan perusahaan yang bersih dari penyalahgunaan narkoba, baik di kalangan perusahaan maupun karyawan.
Kepala Desa Gunung Putri Daman Huri menjelaskan bahwa program ini menyasar seluruh 66 perusahaan di untuk bekerja sama menciptakan lingkungan kerja yang sehat dan bebas narkoba.
“Dengan melaksanakan program ini, kita tidak hanya mendukung hidup sehat, tetapi juga meningkatkan kinerja optimal para karyawan, melindungi sumber daya manusia yang produktif, dan mendukung program pemerintah dalam Pencegahan, Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkoba (P4GN),” kata Daman Huri, Kepada aktualita.co.id, di Aula Desa Gunung Putri, Kabupaten Bogor. Senin (13/01/24).
Ia menjelaskan, Program Kawasan Berikat Bersinar dirancang sebagai kolaborasi antara pemerintah desa, perusahaan, dan masyarakat untuk memproteksi lingkungan dari pengaruh buruk narkotika.
“Ini juga menjadi bagian dari upaya berkelanjutan Pemerintah Desa Gunung Putri dalam mewujudkan pembangunan desa yang bersih narkoba, seiring dengan implementasi program Desa Bersinar, RW Bersinar, dan Pesantren Bersinar yang telah berjalan,” jelasnya.
Daman Huri menekankan bahwa program ini adalah bentuk perlawanan terhadap narasi sesat yang sering disebarkan oleh sindikat narkoba. “Mereka sering mempropagandakan bahwa narkoba dapat meningkatkan produktivitas kerja. Ini adalah kebohongan yang menyesatkan. Hari ini kita nyatakan bahwa masyarakat Desa Gunung Putri sadar akan bahaya narkoba dan berkomitmen untuk melindungi masa depan bangsa dari ancaman ini,” tegasnya.
Sementara, Deputi Bidang Pencegahan BNN RI, Irjen Pol. M. Zainul Muttaqien yang mewakili Kepala BNN RI menyampaikan apresiasinya atas komitmen Desa Gunung Putri. “Kami sangat mengapresiasi kesadaran dan komitmen Pemerintah Desa Gunung Putri dalam menciptakan lingkungan yang bersih dari narkoba. Semoga program ini mendapat dukungan dari seluruh pemangku kepentingan, baik dari tingkat desa, kabupaten, provinsi, hingga pusat,” ungkapnya.
Ia juga menyebutkan bahwa Desa Gunung Putri berpotensi menjadi pilot project nasional dalam program kawasan bebas narkoba. “Insyaallah Desa Gunung Putri akan menerima penghargaan dari Menteri Dalam Negeri atas usulan BNN. Desa ini bisa menjadi contoh dari Sabang sampai Merauke,” terangnya.
Ia mengungkapkan, menurut laporan PBB, sekitar 296 juta penduduk dunia terpapar penyalahgunaan narkoba, termasuk 3,3 juta orang di Indonesia, berdasarkan data BPS dan BRIN. “Angka ini bukan sekadar statistik. Di baliknya ada manusia yang terancam, dan kita wajib menyelamatkan mereka sebagai saudara sebangsa,” tutur Daman Huri.
“Saya berharap ini dapat menjadi pelopor dalam gerakan melawan narkoba di lingkungan perusahaan, sekaligus menginspirasi wilayah lain di Indonesia untuk mengikuti langkah serupa,” tutupnya.
(rezza apit)









