AKTUALITA.CO.ID _ Pengurus Cabang Esports Indonesia (Pengcab ESI) Kabupaten Bogor adakan Rapat Kerja (Raker) perdananya di Ruang Rapat KONI Kabupaten Bogor, Jumat (31/01/25) sore.
“Raker ini dilakukan, tentunya untuk pemantapan bidang-bidang yang ada di Cabor Esports Kabupaten Bogor,” ujar Ketua Pengcab ESI Kabupaten Bogor, Wido Yutrusno.
Selain itu, lanjut Wido, kegiatan pertemuan yang diharapkan dapat mempererat hubungan tali silaturahmi antar pengurus tersebut, juga berfokus membahas program kerja jangka pendek dan jangka panjang Pengcab ESI Kabupaten Bogor kedepannya.
“Tujuan Raker ini adalah untuk membahas pelaksanaan program kerja kedepannya, meninjau kembali dan mengevaluasi pencapaian program kerja di kepemimpinan pengurus sebelumnya. Hal ini harus kita lakukan bersama, guna meningkatkan wawasan dan menjamin kesamaan visi dan misi untuk kemajuan Cabor kita ini,” pungkas Wido.
Untuk itu, Wido menekankan kepada setiap bidang yang ada di ESI Kabupaten Bogor, harus bisa saling sharing dan saling koordinasi sehingga bisa menjalankan program kerja yang dapat memajukan ESI Kabupaten Bogor.
Senada dengan hal itu, Sekretaris ESI Kabupaten Bogor Muhammad Aulia Rahman menambahkan, Raker ini diselenggarakan agar Pengcab ESI Kabupaten Bogor berkonsentrasi penuh terhadap program kerja jangka pendek (persiapan perhelatan Porprov Jabar XV 2026-red) karena itu menjadi target utama.
“Perlu diingat, target utama kita Porprov Jabar XV 2026. Tentunya target yang tak mudah. Maka dari itu harus kita capai bersama-sama, dengan cara segera melakukan penjaringan Atlet berprestasi melalui pelaksanaan turnamen Esports di Kabupaten Bogor,” ucapnya.
Menurut Aulia, dengan mengadakan event Esports di Kabupaten Bogor selain lebih efesien dalam menjaring Atlet Esports lokal yang potensial. Pihaknya juga masih punya waktu untuk menjadikan Atlet tersebut sebagai kontingen Kabupaten Bogor dalam perhelatan Porprov Jabar XV 2026.
Aulia berpesan kepada semua pengurus ESI Kabupaten Bogor, untuk menerapkan sistem kekeluargaan dalam hal menjalankan organisasi.
“Dengan asas keterbukaan, saya yakin para pengurus akan merasa aman dan nyaman untuk berkontribusi dalam berorganisasi,” katanya.
(red)









