AKTUALITA.CO.ID – Anggota DPRD Kabupaten Bogor dari Fraksi PKS H. Achmad Fathoni mengunjungi kediaman korban kecelakaan yang meninggal dunia akibat jalan berlubang di depan Katoomba.
Kunjungan tersebut berlangsung pada Jumat (21/02/25) di Kampung Cikuda, RT 23/10, Desa Bojong Nangka, Kecamatan Gunung Putri, Kabupaten Bogor.
Pada kesempatan ini, Suryana orang tua korban menjelaskan bahwa anaknya mengalami kecelakaan pada Sabtu siang sekitar pukul 14.00 saat pulang sekolah.
“Anak saya jatuh karena jalan yang berlubang, kemudian terserempet motor. Setelah itu dibawa ke Rumah Sakit Paragon depan PT Indocement, namun pada Senin malam nyawanya tidak tertolong dan meninggal dunia,” ungkap Suryana.
Ia juga menambahkan bahwa kejadian serupa sudah sering terjadi akibat kondisi jalan yang rusak. Ia meminta pemerintah untuk segera menuntaskan infratruktur jalan sehingga tidak ada lagi korban korban berikutnya.
“Terlepas dari takdir, kita berbicara soal penyebab kecelakaan. Jalan berlubang ini sangat berbahaya, dan pemerintah harus segera bertindak agar tidak ada korban berikutnya,” tegasnya.
Dalam kunjungannya, H. Achmad Fathoni menyampaikan belasungkawa yang mendalam atas kejadian tersebut. “Saya turut berduka cita yang sebesar-besarnya atas musibah ini. Ini menjadi peringatan bagi dinas terkait agar lebih memperhatikan kondisi jalan agar tidak ada lagi korban jiwa akibat jalan rusak,” ucapnya.
Ia juga menekankan pentingnya tindakan cepat dari pihak terkait. Ia juga menyampaikan bahwa dirinya telah meminta Unit Pelaksana Teknis (UPT) untuk turun ke lapangan meninjau kondisi jalan
“Sebisa mungkin, sebelum masyarakat mengeluh, dinas harus turun langsung. Pemerintah memiliki anggaran pemeliharaan jalan setiap tahunnya sekitar Rp100 miliar. Jika belum bisa dilakukan pembangunan, setidaknya ada pemeliharaan yang harus segera dilaksanakan. Saya sudah meminta kepada UPT dan Saat ini material sedang disiapkan. Jika dalam seminggu ini tidak ada pergerakan, maka kita akan menegur lagi pihak terkait,” tegasnya.
“Saya berharap kejadian ini dapat menjadi dorongan bagi pemerintah daerah untuk segera memperbaiki infrastruktur jalan agar kejadian serupa tidak terulang di masa depan,” pungkaanya.
(reza)









