Aktualita.co.id – Pemerintah dua kecamatan di Kabupaten Bogor, yaitu Kecamatan Gunung Putri dan Kecamatan Citeureup, sepakat mengambil langkah konkret menyusul banjir yang melanda beberapa desa akibat dangkalnya Setu Gunung Putri dan aliran sungai yang mengarah ke danau tersebut.

Rapat koordinasi yang digelar di Kantor Desa Gunung Putri melibatkan unsur pemerintahan desa, kelurahan, dan perwakilan perusahaan yang berada di sepanjang aliran sungai. Mereka membahas solusi jangka pendek dan panjang untuk mencegah banjir susulan yang sebelumnya terjadi karena aliran air yang tersumbat di lima titik aliran sungai dari desa-desa di dua kecamatan tersebut.
Kepala Desa Gunung Putri, Daman Huri, menegaskan pentingnya pengurukan dan normalisasi Setu Gunung Putri serta aliran sungai yang melintasi lima desa di dua kecamatan tersebut.
“Solusi jangka panjang yang kami dorong adalah normalisasi dan pengurukan setu serta saluran yang mengarah ke Setu Gunung Putri. Ini penting agar tidak terjadi penumpukan air saat hujan deras,” ujar Daman Huri.
Dalam rapat tersebut, pemerintah desa yang terdampak sepakat membentuk tim gabungan untuk melakukan kerja bakti massal dan susur sungai, yang akan dilaksanakan dalam rangkaian menyambut HUT ke-80 Kemerdekaan RI.
“Tim gabungan akan segera dibentuk di masing-masing desa untuk melakukan susur sungai. Ini adalah langkah awal sebelum pelaksanaan revitalisasi setu dan aliran sungainya,” jelas Daman Huri.
“Tak hanya melibatkan unsur pemerintah, pihak perusahaan yang berada di sekitar aliran sungai juga turut berkomitmen mendukung kegiatan ini, baik secara moral maupun material,” terangnya.
Diketahui,Berikut poin-poin penting yang disepakati dalam pertemuan tersebut:
- Normalisasi sungai dari hulu ke hilir yang melintasi beberapa desa.
- Pembuatan sodetan dari Desa Puspasari menuju Sungai Cikeas, untuk mengurangi beban air menuju Setu Gunung Putri.
- Pelaksanaan susur sungai dalam rangkaian perayaan HUT RI ke-80.
- Revitalisasi Setu Gunung Putri, disepakati oleh Desa Gunung Putri, Desa Puspasari, dan Kelurahan Puspanegara, dengan dukungan perusahaan sekitar.
- Perusahaan-perusahaan sekitar berkomitmen membantu memperlancar aliran air yang masuk dan keluar dari wilayah mereka.
- Pembentukan tim khusus di tiap desa dan kelurahan untuk menganalisis, merencanakan, dan merekomendasikan tindak lanjut kepada kepala desa dan camat.
- Pelibatan para penggarap lahan di wilayah PT Indocement yang berada di area terdampak.
- Pembuatan grup WhatsApp koordinasi yang melibatkan dua desa, satu kelurahan, serta perwakilan perusahaan terkait jalur aliran air ke Setu Gunung Putri.
Pemerintah desa berharap, Pemkab Bogor dan Pemprov Jawa Barat melalui BBWS (Balai Besar Wilayah Sungai) bisa segera menindaklanjuti hasil rapat ini, guna mengantisipasi banjir di masa mendatang.
“Kami berharap ada respons cepat dari pemerintah daerah, terutama BBWS. Cuaca yang tidak menentu ini bisa memicu banjir kapan saja. Untuk langkah awal, program bersih-bersih sungai akan segera dilaksanakan dalam waktu dekat sebagai bagian dari rangkaian perayaan 17 Agustus,” harapnya.
“Dengan kolaborasi lintas desa, kecamatan, dan pihak perusahaan, warga berharap masalah banjir akibat dangkalnya setu dan sungai di kawasan Gunung Putri dan Citeureup bisa segera teratasi,” tutupnya.









