Aktualita.co.id – Tak terima ratusan pohon pisang miliknya di rusak diduga oleh orang suruhan Ketua Kelompok Tani Hutan (KTH) Akar Berkah Hariri, Bapak Didi laporkan ini kepada pihak Kepolisian Sektor Sukamakmur.
Didi menjelaskan perusakan pohon pisang itu terjadi di kebun garapan miliknya yang berlokasi di Kampung Gunung Batu 2, RT 04/RW 09, Kecamatan Sukamakmur, Kabupaten Bogor. Didi mengungkapkan bahwa lahan yang digarapnya selama bertahun-tahun telah ditanami sekitar 3.000 pohon pisang dan selama ini menjadi sumber penghasilan utama keluarganya.
“Itu lahan garapan saya sejak lama. Saya tanam ribuan pohon pisang dan sudah menghasilkan untuk kebutuhan sehari-hari, sekarang dirusak,” kata Didi kepada aktualita.co.id, Rabu (06/08/25).
Ia menjelaskan bahwa lahan tersebut dikelola oleh anaknya yang bernama Rudi. Namun, belum lama ini mereka dikejutkan oleh perusakan secara sepihak yang dilakukan oleh sekelompok orang.
“Beberapa hari lalu, saya lihat ke lokasi, pohon-pohon itu sudah dibabat habis. Saya temui para pelaku yang masih ada di sana. Mereka mengaku diperintah oleh seseorang bernama Ujang Jahid, yang ternyata bukan warga sini melainkan dari Cipanas,” ujar Didi.
Didi pun langsung menghubungi Ujang Jahid. Namun, dalam perbincangan tersebut, Ujang mengaku bahwa dirinya tidak tahu menau. Ia menyatakan bahwa orang yang merusak itu adalah orang suruhan Hariri yang merupakan Ketua KTH Akar Berkah.
“Saya telpon saya tanya ujang ini tidak tahu, dia mengatakan orang orang ini suruhan Hariri Ketua Kelompok Tani Hutan (KTH) Akar Berkah. Informasinya lahan tersebut rencananya akan digunakan untuk menanam padi hitam,” ungkapnya.
“Saya tunggu dua hari, tapi tidak ada itikad baik dari mereka. Karena itu saya lapor ke pihak kepolisian. Ini bukan kejadian pertama. Dulu juga pernah kejadian serupa, tanaman kopi saya dirusak. Waktu itu saya maafkan, tapi sekarang sudah berulang, saya tidak bisa diam,” tegas Didi.
Ia menambahkan bahwa sebelumnya tanaman kopinya juga dirusak, bahkan buahnya sempat diambil tanpa izin. Karena peristiwa ini terulang, Mahdi mendesak aparat penegak hukum untuk serius menangani kasus ini.
“Saya ingin ada pertanggungjawaban secara materiil dan pernyataan resmi dari pelaku di depan warga agar tak terulang. Kalau tidak ada tindakan tegas, saya khawatir nanti ada korban-korban lain selain saya,” ujarnya.
Sementara itu, Kapolsek Sukamakmur, IPDA Dedi Priono, membenarkan adanya laporan tersebut dan memastikan bahwa kasus ini sedang ditangani oleh pihaknya.
“Benar, laporan sudah kami terima dan saat ini masih dalam proses penyelidikan oleh Polsek Sukamakmur,” singkat IPDA Dedi.









