AKTUALITA.CO.ID _ Beredar isu tentang PANDAWA LIMA di lingkungan DPRD Kabupaten Bogor yang menguasai pekerjaan proyek, baik yang berasal dari Pokir Dewan maupun pekerjaan proyek-proyek pinggiran seperti penunjukan langsung mulai menyeruak.
Sang PANDAWA LIMA Kabupaten Bogor yang masih menjadi misteri sampai saat ini, sempat disebut turut intervensi pekerjaan Penunjukan Langsung (PL) yang berada di lingkup dinas-dinas yang ada di Kabupaten Bogor.
Dugaan kejahatan pada anggaran POKIR sebetulnya bukan menjadi isu baru, masa Ketua DPRD Kabupaten Bogor diduduki oleh Rudy Susmanto, isu RAJA POKIR sudah menjadi hembusan angin segar di Kabupaten Bogor. Bukan hanya itu, persentase fee dengan mengajukan perusahaan tertentu pun turut menjadi buah bibir dalam isu tersebut.
Namun kali ini, isu itu menjadi sangat hangat untuk diperbincangkan. Pasalnya, keluhan peran PANDAWA LIMA bukan hanya dikeluhkan oleh para penikmat anggaran POKIR, melainkan jadi bahan keluhan internal dalam tubuh DPRD Kabupaten Bogor.
Menanggapi hal tersebut, Pemerhati Kebijakan Publik Herry HK menganggap itu bisa jadi bukan hanya sekedar isu, POKIR itu memang seringkali dijadikan ajang dari pada dewan untuk mencari tambahan cuan. “Sampai dan dirasakan oleh masyarakat, jawabannya iya. Namun, ada peran kontraktor yang bekerja dengan dewan tersbut guna mendapatkan pekerjaan,” ungkapnya.
Dan terkait isu keberadaan PANDAWA LIMA yang ada di lingkup DPRD Kabupaten Bogor hingga membuat anggota dewan yang lain tidak bisa berkutik, itu bisa saja benar. Apalagi isu tersebut sang PANDAWA LIMA mulai bergerilya ke dinas-dinas turut intervensi proyek Pekerjaan Penunjukan Langsung (PL).
“ Sebetulnya siapa di situ gampang ditebak, hanya saja, belum ada bukti yang menguak ke permukaan meskipun sudah banyak dikeluhkan di internal mau di eksternal,” cetusnya.
Herry menyebut, masyarakat saat ini tidak bodoh dan sudah mulai kritis, mau sang penguasa atau si PANDAWA LIMA itu punya tim branding bejibun pun jika dalam kenyataan kasat matanya pembangunan ini memang ketimpangan dengan kebutuhan yang ada.
“ Saya mengingatkan, jangan terlena untuk jadi penguasa proyek di Kabupaten Bogor. Apalagi Kabupaten Bogor pernah jadi hattrick kepala daerah yang ditangkap KPK berturut-turut. Karena lambat laun siapa PANDAWA LIMA itu pasti akan naik ke permukaan dalam waktu dekat,” tukasnya.
” Ditambah lagi, kondisi komunikasi ketua DPRD Kabupaten Bogor saat ini agak sulit diajak bicara, bahkan dimintai komentar pun bisa dibilang harus dicegat ditengah jalan, itu yang mungkin harus menjadi catatan Bupati Bogor Rudy Susmanto. Mengingat, beliau adalah kades dari orang nomor satu yang saat ini ada di Kabupaten Bogor. Karena citra DPRD itu tergantung bagaimana ketuanya bisa merangkul semua kalangan tanpa membeda-bedakan,” tutupnya.
Jika saat menduduki kursi sebagai Ketua DPRD Kabupaten Bogor Rudy Susmanto masih belum bisa mengungkap siapa RAJA POKIR. Mungkinkah, saat ini setelah duduk sebagai Bupati Bogor Rudy Susmanto bisa mengungkap siapa PANDAWA LIMA ???
(Nay Nurain)









