AKTUALITA.CO.ID – Badan Usaha Milik Desa (BUMDES) Cipeucang, Kecamatan Cileungsi, Kabupaten Bogor yang bergerak di bidang ketahanan pangan dengan usaha peternakan ayam bertelur, menjadi andalan untuk membantu warga Desa Cipeucang mendapatkan bahan pokok sehari-hari berupa telur.
Direktur Utama (Dirut) BUMDES Desa Cipeucang, Romli Wijaya menjelaskan, dari 400 ekor ayam bertelur yang ada sekarang mampu menghasilkan 20 sampai dengan 25 Kg perbulan dari kandang peternakan. Sehingga menurut ia, dari telur yang dihasilkan sedikitnya mampu membantu warga mendapatkan bahan pokok berupa telur dengan harga dibawah pasaran dan juga menjamin stok ketahanan pangan terutama di proteinnya terpenuhi.
“Ini sudah berjalan semala 2 bulan. Tapi, masih tahap pengembangan. Namun, ini saat ini setidaknya mampu sedikit membantu meringankan beban warga Cipeucang dari harga, karena secara persentase harganya lebih murah sampe 10 persen dari pada harga dipasaran,” papar Romli Wijaya Kepada Aktualita.co.id, Selasa, (04/11/25).
Ia menambahkan, telur hasil dari peternakan tersebut, saat ini hanya diprioritaskan untuk warga Desa Cipeucang. “Untuk market penjualan dan pembeli juga kita difokuskan ke warga masyarakat Desa Cipeucang, karena hasil telurnya saat ini belum maksimal. Tapi tidak menutup kemungkinan kita juga bisa bekerja sama dengan pihak luar ketika sudah berkembang besar,”
jelasnya.
Sebagai penutup, Romli berharap besar dengan adanya BUMDES Desa Cipeucang dapat memberikan dampak secara ekonomis kepada warga Desa Cipeucang.
“Kami berharap juga BUMDES ini bisa berkembang pada suatu hari nanti, bukan hanya di bidang peternakan ayam bertelur saja, termasuk di bidang usaha-usaha lainya,” tutupnya.
Terpisah, Andi (40) salah satu warga Desa Cipeucang menyambut baik adanya peternakan ayam bertelur yang dikelola oleh Badan Usama Milik Desa (BUMDES) Desa Cipeucang.
“Manfaat yang langsung terasa dari harga telur yang lebih murah dibanding kita belanja di warung-warung yang ada disini. Cuman ya itu, telurnya masih belum banyak yang dihasilkan, karena baru juga dikelola,” katanya.
(Deni Dawer)









