AKTUALITA.CO.ID – Penyanyi Andien Aisyah baru-baru ini membuka kisah kelam di awal kariernya. Ternyata, ada sosok musisi senior yang pernah melakukan perundungan atau bullying padanya.
Ketika itu, Andien baru menginjak 14 tahun. Dia mengalami kejadian tak mengenakkan di belakang panggung sebuah acara TV live.
Andien yang sudah bersiap tampil, tiba-tiba harus menghadapi kata-kata kasar dan meremehkan dari musisi senior yang seharusnya menjadi panutan.
“Itu posisinya lagi mau live di TV. Lagi commercial break, gue udah standby di panggung,” kenang Andien,
Mendapati perlakuan tak terduga, air mata Andien tak terbendung. Ia pun menangis sesenggukan.
Namun, profesionalisme muda Andien patut diacungi jempol. Meski dalam keadaan sedih karena jadi korban perundungan, ia tetap naik panggung dan tampil memukau.
“Pas live, gue ingat banget. Gue dalam keadaan nangis nyanyi My Funny Valentine,” ungkap pelantun Gemintang itu.
Bertahun-tahun kemudian, ia baru menyadari bahwa tindakan musisi senior itu bukan didasari kebencian pribadi. Melainkan cerminan dari budaya senioritas yang sangat kuat pada masa itu.
“Selang berapa tahun kemudian, gue juga baru tahu bahwa itu sekadar senioritas aja,” pungkasnya.
Kini, Andien tampil sebagai sosok yang vokal dalam isu lingkungan. Belum lama ini, ia menarik perhatian publik dengan melakukan aksi plogging atau mengumpulkan sampah saat jogging di Car Free Day (CFD) Jakarta.
Aksi terpuji ini bukan tanpa sebab. Ini adalah bagian dari kampanye jelang konser tunggalnya, Suara Asmara.
Andien pun mengaku prihatin dengan sampah yang berserakan, terutama sampah plastik dan puntung rokok.
Ia bahkan tak segan mengambil sampah yang baru saja dibuang oleh oknum tak bertanggung jawab di depannya langsung.
“Tadi nggak jarang juga sebenarnya, ada orang baru buang, langsung aku ambil gitu. Jadi kayaknya ada perasaan nggak enak juga,” kata Andien
“Bahkan tadi ada yang baru nginjek-nginjek rokoknya, tadi langsung diambil,” lanjutnya.
Ternyata, aksi bersih-bersih ini terintegrasi penuh dengan konsep konsernya. Andien menjelaskan, konser Suara Asmara akan mengusung konsep sustainability (keberlanjutan) secara total.
Ini termasuk pengolahan semua sampah yang dihasilkan di konser, carbon offsetting untuk menyeimbangkan jejak karbon, instalasi seni yang Instagramable dari bahan daur ulang hingga merchandise resmi yang dibuat dari olahan plastik daur ulang.
Kendati harus mengawali karier dengan pengalaman pahit sebagai korban perundungan, pada akhirnya Andien mampu membuktikan kualitas bernyanyinya. Ia bahkan masuk dalam jajaran musisi ternama Tanah Air.









