AKTUALITA.CO.ID – Menanggapi aduan dari Kepala Sekolah dan Guru-Guru Sekolah Dasar Negeri (SDN) di Kecamatan Tanjungsari, Kabupaten Bogor terkait sarana dan prasarana pendidikan yang dianggap kondisinya sudah memprihatinkan. Anggota Komisi 4 Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Fraksi PKB, Hj. Nunur Nurhasdian, M.Pd dari Dapil (Daerah Pemilihan) 2 (dua) menanggapi dengan meninjau langsung ke beberapa sekolah di Kecamatan Tanjungsari, Senin, (24/11/2025).
“Hari ini berdasarkan dari aduan dari Kepala Sekolah dan Guru–Guru bahwa memang ada beberapa sekolahan di Kecamatan Tanjungsari yang perlu diperhatikan. Dan Alhamdulillah kita turun langsung ke SDN Nyengcle, SDN Tapos dan SDN Selawangi 05 yang seluruhnya berada di Desa Selawangi, Kecamatan Tanjungsari” jalasnya.
Dari tinjauan langsung, Ketiga SDN di Kecamatan Tanjungsari tersebut, Hj. Nunur mengatakan lebih konsen ke SDN Tapos. Menurutnya, SDN Tapos itu memang jumlah muridnya lebih dari 300 siswa, sehingga kekurangan kelas dan kamar mandinya memang menghawatirkan yang sangat perlu kita perjuangkan.
“Lalu beberapa bangunan juga yang harus diperbaiki dan pagar tembok sekolah yang menghawatirkan juga di SDN Tapos. Namun, bukan berarti aduan yang lainnya tidak saya akomodir, yang lainnya pun adalah fokus konsen saya di Tahun 2026,” ucapnya.
Kemudian Politisi perempuan dari PKB menegaskan, hasil dari aduan atau aspirasi dari semua sekolah yang saya terima dari Dapil 2, saya akomodir dan saya kawal untuk diperjuangan di Anggaran Tahun (TA) 2026.
“Saya selalu berharap dan berdoa sarana dan prasarana pendidikan yang dikeluhkan oleh seluruh sekolah karena kondisinya sudah tidak layak, terutama di Dapil saya itu semua bisa terealisasikan. Saya selalu memprioritaskan seluruh aspirasi di wilayah Bogor Timur ini terkait pendidikan, karena itu memang bidang saya di Komisi 4,” tegasnya.

Dikesempatan yang sama, salah satu Guru pengajar di SDN Tapos, Wardi Raharja membeberkan, SDN Tapos sudah lama tidak lagi mendapatkan bantuan dari segi pembangunan dari Dinas Pendidikan Kabupaten Bogor.
“Kita tahun 2010 mendapatkan bantuan rehab, bantuan RKB (Ruang Kelas Baru) terus pagar yang bawah itu, setelah itu tidak ada lagi. Maubelair 2 tahun lalu Alhamdulillah kita dapat 10 set, dan itu juga masih kurang” bebernya.
Masih ia menambahkan, kondisi kamar mandi di SDN Tapos sudah tidak layak untuk digunakan, karena sering kali murid SDN Tapos ketika mau BAB harus pulang terlebih dahulu kerumahnya masing-masing.
“Setiap ada Musrenbang tingkat desa atau tingkat kecamatan kita selalu mengajukan. Namun, tidak pernah ada yang terealisasikan,” cetusnya.
Lalu kemudian wardi berharap, dengan adanya kunjungan anggota Komisi 4 DPRD Kabupaten Bogor hadir meninjau langsung, bisa menjembatani seluruh keluhan sekolah SDN Tapos.
“Belum ada Dewan Kabupaten Bogor yang hadir kesini, kecuali Ibu Nunur. Saya berharap kepada beliau bisa menjadi jembatan buat kami untuk kemajuan pendidikan di SDN Tapos. Saya ucapkan terimakasih kepada beliau, kami doakan beliau sehat, terus juga mengemban amanah,” imbuhnya.
(Deni Dawer)









