AKTUALITA.CO.ID – Pemerintah Indonesia kembali menegaskan komitmennya untuk memusnahkan seluruh udang yang terkontaminasi zat radioaktif C-137, setelah mendapat pertanyaan langsung dari otoritas Amerika Serikat terkait penanganan kasus tersebut.
Hal itu disampaikan oleh Staf Ahli Bidang Transformasi Digital dan Hubungan Antar Lembaga Kemenko Bidang Pangan RI, Bara Krishna Hasibuan saat menghadiri pemusnahan udang yang terpapar radio aktif C-137, di PPLI, Klapanunggal, Kabupaten Bogor. Rabu (26/11/25).
Bara menjelaskan, isu tersebut mencuat saat delegasi Satuan Tugas melakukan kunjungan resmi ke Washington DC sekitar dua pekan lalu. Dalam pertemuan dengan US FDA, Customs and Border Patrol, serta Department of Energy, pihak Amerika Serikat menanyakan tindakan Indonesia terhadap kontainer berisi udang terkontaminasi yang sudah tiba di Tanah Air.
“Kami tegas katakan, sebagai bentuk tanggung jawab, kami akan memusnahkan udang-udang yang terkontaminasi tersebut. Hari ini merupakan pemusnahan yang kedua kalinya,” ujar Bara.
Ia menegaskan bahwa langkah pemusnahan dilakukan bukan hanya untuk memenuhi standar internasional, namun juga menunjukkan keseriusan Indonesia dalam menangani isu kontaminasi secara cepat, efektif, dan transparan.
Menurutnya, tindakan tegas ini penting untuk mengembalikan kepercayaan dunia internasional terhadap mutu ekspor Indonesia, khususnya produk udang dan rempah-rempah.
“Kami ingin menunjukkan kepada dunia luar bahwa kita memiliki tanggung jawab dalam menangani masalah kontaminasi ini. Kepercayaan terhadap Indonesia dan produk ekspor kita harus dipulihkan secepat mungkin,” tuturnya.
Selain menjaga reputasi negara, Bara menegaskan bahwa prioritas utama pemerintah adalah keselamatan dan kesehatan masyarakat Indonesia. Pemerintah ingin memastikan tidak ada produk makanan berbahaya yang beredar di dalam negeri.
“Kami peduli bukan hanya pada reputasi internasional, tetapi juga pada keselamatan warga negara Indonesia. Itu sangat penting bagi kami,” ujarnya.
Bara juga mengirim pesan tegas kepada para pelaku usaha dan komunitas internasional bahwa Indonesia tidak akan mentoleransi peredaran produk pangan yang terkontaminasi. Pemerintah berkomitmen menjaga standar keamanan pangan tertinggi untuk seluruh produk yang diproduksi dan diekspor.
“Kami ingin menjamin bahwa semua produk makanan di Indonesia memenuhi standar food safety yang tinggi. Apa pun yang kita ekspor, harus dipastikan bersih dari kontaminasi,” tegasnya.
Dengan pemusnahan lanjutan ini, pemerintah menunjukkan langkah konkret dalam menangani kasus kontaminasi C-137, sekaligus memperkuat posisi Indonesia sebagai negara yang menjunjung keamanan pangan dan integritas ekspor.
Diketahui sebelumnya, Kementerian Lingkungan Hidup kembali memusnahkan produk udang asal Cikande, Kabupaten Serang, yang terkontaminasi radioaktif Cesium-137. Deputi Bidang Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan Lingkungan KLHK/BPLH, Rasio Ridho Sani mengatakan bahwa pada tahap pemusnahan kali ini pihaknya memusnahkan 537 kardus atau lebih dari 6 ton udang.
“Hari ini kita melakukan pemusnahan kembali terhadap produk udang terkontaminasi Cesium-137 asal Cikande yang dikembalikan dari Amerika Serikat. Sebelumnya kita sudah memusnahkan 94 karton atau sekitar 1 ton. Jadi total yang dimusnahkan mencapai 7,4 ton,” ujarnya. (Rz)









