AKTUALITA.CO.ID – Kepala Desa Singasari, Kecamatan Jonggol, Kabupaten Bogor, Euis Sujana menyampaikan pandangannya terkait rencana pemekaran Daerah Otonomi Baru (DOB) Bogor Timur dan pemindahan calon ibu kota Bogor Timur dari Jonggol ke wilayah Sukamakmur.
Menurutnya, pemekaran akan berdampak positif bagi percepatan pembangunan, asalkan masyarakat setempat turut dilibatkan secara maksimal.
“Kami turut mendukung percepatan pembangunan dan pemekaran Bogor Timur. Yang terpenting nanti melibatkan warga masyarakat. Artinya, jangan sampai kami hanya menjadi penonton,” ujar Euis saat ditemui di Sekretariat Daerah Kabupaten Bogor, Rabu (03/12/25).
Ia menjelaskan bahwa pemekaran wilayah merupakan langkah strategis untuk meningkatkan perekonomian masyarakat, sekaligus mendekatkan pusat pemerintahan dengan warga.
Euis juga menegaskan, pemekaran DOB harus bersifat substansial dan menjawab kebutuhan mendasar masyarakat. Ia menilai penguatan sektor ekonomi, pendidikan, dan kesehatan merupakan faktor utama yang wajib diprioritaskan dalam pembangunan Bogor Timur.
“Menurut saya, pemekaran itu harus substansial. Kita harus memikirkan bagaimana warga masyarakat, terutama di bidang ekonomi, pendidikan, dan kesehatan, harus ditunjang. Itu hal utama yang harus dilakukan untuk mendukung pengembangan SDM di Bogor Timur,” jelasnya.
Meski mendukung pemekaran, Euis mengakui bahwa wilayah Bogor Timur terutama Jonggol masih menghadapi sejumlah tantangan, terutama dalam akses pendidikan dan kesehatan. Ia menyebut fasilitas seperti puskesmas pembantu (pustu) perlu ditambah agar layanan kesehatan lebih dekat dan mudah diakses warga desa.
“Masih banyak kendala. Di bidang pendidikan dan kesehatan perlu ditingkatkan. Misalnya, perlu penambahan pustu agar tidak terlalu jauh ke Puskesmas Jonggol,” ujar Euis.
Ia juga mengatakan perlunya pembangunan sekolah baru di berbagai jenjang, termasuk pendidikan tinggi, untuk menunjang peningkatan kualitas SDM.
Tak hanya itu, Euis turut menyinggung rencana lama Institut Pertanian Bogor (IPB) yang pernah berniat membuka kampus di wilayah Jonggol. Namun hingga kini, ia mengaku belum menerima informasi terbaru mengenai kelanjutan rencana tersebut.
“Untuk IPB yang dahulu sempat ingin membangun di wilayah Jonggol, saat ini kami belum menerima informasi terbaru dan jelas. Tapi kami berharap ini bisa terlaksana,” pungkasnya.
(Retza)









