AKTUALITA.CO.ID – Ketidakpastian ekonomi di awal 2026 membuat banyak pekerja urban mulai berpikir ulang mengenai keamanan finansial jangka panjang. Salah satu kisah inspiratif datang dari Imam Pesuwaryantoro, seorang aktivis lingkungan sekaligus karyawan kantoran yang sukses membangun 12 kamar kos di Kota Bekasi sebagai sumber passive income.
Imam memulai langkahnya sejak tahun 2016 dengan satu prinsip sederhana: gaji bulanan saja tidak cukup aman. Ia pun memutuskan untuk mengonversi penghasilannya menjadi aset produktif melalui Kredit Usaha Rakyat (KUR) senilai Rp200 juta dengan tenor lima tahun. Konsekuensinya, Imam harus bekerja ekstra keras demi menjaga arus kas tetap stabil.
Sepulang kantor, ia sempat melakoni pekerjaan sampingan sebagai pengemudi ojek online, tetap menerima tawaran sebagai pembawa acara (MC) di akhir pekan, hingga bekerja lepas (freelance) sebagai konsultan PR dan media.
“Jangan bergantung pada satu penghasilan saja,” ujar Imam, mengenang masa-masa penuh disiplin tersebut kepada Aktualita.co.id.
Strategi Bisnis dan Lokasi Strategis Dari sisi bisnis, Imam tidak asal membangun. Ia memilih lokasi kos yang berdekatan dengan kampus, kawasan industri, dan business park. Segmen ini dipilih karena memiliki permintaan hunian yang relatif stabil, mulai dari mahasiswa hingga pekerja UMKM.
Skema KUR berbunga rendah dengan cicilan sekitar Rp3,8 juta per bulan dinilainya masih sangat rasional, asalkan ditopang oleh multi-stream income atau banyak pintu penghasilan.
Buah Manis Kedisplinan Lima tahun berselang, seluruh cicilan tersebut akhirnya lunas. Memasuki tahun 2026, bisnis kos-kosan tersebut kini sepenuhnya menjadi sumber pendapatan pasif yang menopang stabilitas finansialnya secara mandiri. Bagi Imam, ini bukan sekadar soal kepemilikan aset, melainkan tentang gaya hidup baru: disiplin hari ini demi kebebasan finansial di masa depan.
“Di tengah ekonomi yang tidak pasti, aset produktif adalah penyelamat. Mulai saja dari side hustle (pekerjaan sampingan), lalu kembangkan secara konsisten,” tutupnya.
Kisah Imam mencerminkan realitas baru bagi pekerja urban saat ini bahwa kerja keras bukan hanya untuk memenuhi kebutuhan hari ini, tetapi juga untuk membangun rasa aman di kemudian hari.
(Sheila)









