AKTUALITA.CO.ID – Upaya membangun kesiapsiagaan bencana dan ketahanan komunitas tidak bisa dilakukan sendirian. Dibutuhkan kerja bareng antara banyak pihak, termasuk peran aktif anak muda. Hal ini menjadi benang merah dalam diskusi “Ruang Cerita Daring: Berangkat Bareng, Bangkit Bersama untuk Kemanusiaan” yang digelar di Jakarta, Kamis (8/1/2026) Kemarin.
Diskusi tersebut menghadirkan Ahmad Lukman dari Disaster Management Center (DMC) Dompet Dhuafa, Dimas Dwi Pangestu selaku CEO Youth Ranger Indonesia, serta Slamet Widodo, Relawan Ambulans Dompet Dhuafa Yogyakarta. Ketiganya berbagi pandangan dan pengalaman soal mitigasi bencana serta pentingnya penguatan komunitas.
Ahmad Lukman menekankan bahwa perencanaan kebencanaan, seperti jalur evakuasi dan titik kumpul, perlu dibicarakan bersama sejak awal. “semua pihak di lapangan memiliki pemahaman yang sama saat kondisi darurat terjadi. Selain itu, latihan rutin seperti simulasi evakuasi dan pelatihan pertolongan pertama dinilai penting agar masyarakat lebih siap menghadapi risiko bencana.” ujarnya.
Sementara itu, Dimas Dwi Pangestu menyoroti peran anak muda sebagai motor penggerak di tingkat komunitas. Melalui Youth Ranger Indonesia, ia mendorong pemuda untuk aktif terlibat dalam kegiatan sosial dan kemanusiaan di daerah masing-masing. “program yang baik bukan soal seberapa besar acaranya, melainkan seberapa besar dampaknya dan apakah kegiatan tersebut berlanjut.” Ujarnya.
Pengalaman di lapangan juga dibagikan Slamet Widodo atau Dodo. Ia menceritakan awal mula menjadi relawan ambulans yang berangkat dari niat pribadi untuk membantu sesama. Selama terlibat dalam berbagai aksi kebencanaan, Dodo mengaku selalu mendapat pelajaran baru. Meski penuh tantangan, terutama saat harus menangani beberapa kejadian darurat sekaligus, baginya membantu orang lain memberikan kepuasan tersendiri.
Melalui diskusi ini, para narasumber sepakat bahwa ketahanan komunitas bisa dibangun dari hal-hal sederhana. Dengan perencanaan yang matang, keterlibatan masyarakat, dan peran aktif anak muda, upaya kemanusiaan dan mitigasi bencana dapat berjalan lebih efektif dan berkelanjutan.
(Sheila)









