AKTUALITA.CO.ID — Cuaca ekstrem diperkirakan masih akan membayangi wilayah Kabupaten Bogor hingga Februari 2026 mendatang.
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bogor meminta masyarakat meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi bencana hidrometeorologi.
Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Bogor, Adam Hamdani, mengatakan berdasarkan informasi dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), kondisi cuaca ekstrem diperkirakan baru akan berakhir pada Februari 2026.
“Dari informasi BMKG, cuaca ekstrem kemungkinan masih berlangsung hingga bulan Februari,” kata Adam, Rabu (28/1/26).
Ia mengungkapkan, potensi kerawanan bencana di Kabupaten Bogor hampir merata di seluruh wilayah. Dari total 40 kecamatan, seluruhnya masuk dalam kategori rawan bencana, seperti banjir, tanah longsor, dan angin kencang.
“Untuk titik rawan, hampir menyeluruh di 40 kecamatan di Kabupaten Bogor,” ujarnya.
Menurut Adam, cuaca ekstrem tahun ini terasa lebih intens dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Hal tersebut dipicu oleh pergerakan angin yang mengarah ke wilayah Jawa, Sumatra, hingga Kalimantan, sehingga memicu peningkatan curah hujan dan kondisi cuaca tidak menentu.
“Betul, tahun ini lebih ekstrem karena adanya pergerakan angin menuju Jawa, Sumatra, dan Kalimantan,” jelasnya.
Namun, Adam juga mengimbau, masyarakat agar selalu waspada dan siap siaga menghadapi kemungkinan bencana. Warga diminta menyiapkan tas siaga berisi kebutuhan penting.
“Kami mengimbau masyarakat untuk menyiapkan tas siaga yang berisi kebutuhan pribadi, seperti ijazah, obat-obatan, dan perlengkapan penting lainnya,” pungkas Adam.
(Pandu)









