AKTUALITA.CO.ID – Kalau lagi jalan di kawasan Jalan Klenteng, Bandung, ada satu spot yang nggak cuma enak buat makan, tapi juga nyaman buat nongkrong lama: Madam Hoek. Berada di bangunan heritage di sudut jalan, tempat ini memadukan vibes rumah tua, sentuhan vintage, dan suasana hangat yang bikin pengin balik lagi.
Fasad bangunannya sengaja dipertahankan seperti aslinya karena tercatat sebagai bangunan heritage. Justru dari situ, karakter Madam Hoek terbentuk tenang, klasik, tapi tetap relevan buat generasi sekarang. Interiornya didominasi nuansa vintage dengan warna biru khas yang jadi pengingat “Toko Biru” di masa lalu.
“Konsepnya memang pengin bikin tempat yang rasanya kayak rumah, bukan sekadar tempat makan,” ujar Sylvie Purnamsidi, pemilik Madam Hoek kepada Wartawan Aktualita.co.id (27/1/2026).
“Orang datang bisa santai, ngobrol, dengerin musik, dan makan tanpa harus buru-buru.” Tambahnya.
Soal menu, Madam Hoek nggak punya satu menu andalan yang dipaksakan. Pilihannya beragam, mulai dari nasi ayam taliwang, ifu mie siram, sampai nasi cumi cabai ijo. Semua masuk kategori comfort food simple, ngenyangin, dan rasanya familiar.
Menariknya, ada satu menu minuman yang konsisten jadi favorit: Milo Malaysia. Teksturnya yang lebih creamy dan crunchy bikin banyak pengunjung jatuh hati, apalagi dalam menu Milo Godzilla yang pakai tambahan es krim.
“Menurut aku, Madam Hoek tuh bukan cuma soal makanannya, tapi suasananya. Cocok buat kerja, nongkrong, atau sekadar kabur sebentar dari rame kota,” kata Raka (24), salah satu pengunjung setia.
Ditambah lagi, ada live music jazz tiap Kamis malam dengan konsep intim tanpa jarak panggung. Musik, makanan, dan obrolan ngalir bareng, bikin Madam Hoek terasa kayak ruang kumpul yang hidup.
Dengan harga yang masih ramah di kantong dan porsi yang nggak pelit, Madam Hoek jadi pilihan pas buat yang cari tempat hangat, estetik, dan punya cerita. Tempat yang nggak teriak minta perhatian, tapi pelan-pelan bikin jatuh cinta.
(Sheila)









