AKTUALITA.CO.ID – Negara Republik Indonesia saat ini menempati posisi kedua di dunia dengan jumlah kasus tuberkulosis (TBC) tertinggi berdasarkan populasi. Hal tersebut disampaikan oleh Wakil Menteri Kesehatan RI, Benjamin Paulus, saat melakukan kunjungan dan sosialisasi penanganan TBC di Kabupaten Bogor, Kamis (26/2/2026)
Benjamin mengungkapkan, tingginya angka kasus TBC menjadi perhatian serius pemerintah. Berdasarkan data yang ada, jumlah kasus TBC di Indonesia mencapai sekitar 384 kasus per 100 ribu penduduk, menjadikan Indonesia berada di peringkat kedua setelah India.
“Nah Indonesia hari ini kita secara populasi jumlah nomor dua di dunia setelah India, karena setiap 100 ribu penduduk ada sekitar 384 kasus,” ungkapnya.
Benyamin mengatakan, Meski jumlah kasus tergolong tinggi TBC merupakan penyakit yang dapat disembuhkan, asalkan pasien disiplin menjalani pengobatan hingga tuntas.
Ia juga menyebutkan bahwa banyak penyintas TBC yang berhasil sembuh setelah mengikuti terapi sesuai prosedur medis.
“Tadi juga banyak yang bicara banyak yang diobati dan sudah sembuh,” katanya
Menurutnya, pemerintah melalui Kementerian Kesehatan Republik Indonesia telah menjamin seluruh biaya pengobatan TBC, sehingga masyarakat tidak perlu khawatir mengenai biaya perawatan.
“Pemberantasan TBC ini ditanggung total oleh negara. Sama seperti program makan bergizi gratis, pengobatan TBC juga gratis bagi masyarakat,” jelasnya.
Ia menjelaskan, biaya pengobatan TBC sensitif obat masih relatif terjangkau, yakni sekitar Rp6 juta hingga tuntas. Namun, untuk kasus TBC resisten obat (TB RO), biaya pengobatan dapat mencapai lebih dari Rp100 juta per pasien.
“Kalau yang resisten bisa di atas Rp100 juta. Tidak mungkin masyarakat harus membayar biaya sebesar itu, maka semuanya ditanggung pemerintah,” tegasnya.
(Retza)









