AKTUALITA.CO.ID – Teka-teki keberadaan pemancing kedua yang hilang di Sungai Cileungsi akhirnya terjawab. Tim SAR gabungan berhasil menemukan jasad Muhammad Zahran (18) dalam kondisi meninggal dunia di kawasan Curug Parigi, Desa Ciangsana, Kecamatan Gunung Putri, Rabu (1/4/2026) siang.
Penemuan ini menandai berakhirnya operasi pencarian besar-besaran yang dilakukan sejak Selasa kemarin. Jasad Zahran ditemukan mengapung sekitar pukul 14.32 WIB, hanya berjarak 50 meter dari lokasi awal ia terpeleset.
Koordinator Unit Siaga SAR Bogor, Muhammad Fazri MA, menjelaskan bahwa kedua korban remaja asal Pulogadung, Jakarta Timur, kini telah ditemukan seluruhnya. Sebelumnya, jasad rekannya yang bernama Ziko (15) telah lebih dulu ditemukan pada Selasa sore.
“Alhamdulillah, di hari kedua ini korban atas nama Zahran berhasil ditemukan tidak jauh dari lokasi kejadian. Tim menemukan posisi korban sudah mengambang saat dilakukan penyisiran intensif,” ujar Fazri kepada Aktualita.co.id.
Plt. Kepala Bidang Penyelamatan Dinas Damkar Kabupaten Bogor, Yudi, menambahkan bahwa munculnya jasad korban ke permukaan diduga kuat dipengaruhi oleh metode pencarian “blender” (memutar perahu karet) dan penyelaman yang dilakukan sejak pagi.
“Awalnya hanya terlihat sebagian. Kemungkinan karena pengaruh arus bawah dan teknik blender yang kita gunakan, sehingga jasad korban yang sebelumnya terjepit material di dasar sungai bisa terangkat ke permukaan,” jelas Yudi.
Ia mengakui proses pencarian sangat menantang karena visibilitas di bawah air Curug Parigi yang nyaris nol (gelap total). Penyelam harus bekerja dengan metode rabaan di sela-sela batu dan tumpukan daun di dasar sungai.
Setelah berhasil dievakuasi ke darat, jenazah Muhammad Zahran langsung dibawa menggunakan ambulans untuk diserahkan kepada pihak keluarga di Pulogadung, Jakarta Timur, melalui koordinasi dengan pemerintah desa setempat.
Dengan ditemukannya seluruh korban, operasi SAR di Sungai Cileungsi resmi ditutup. Petugas mengimbau warga untuk tetap waspada dan tidak beraktivitas di area berbahaya air terjun, terutama saat cuaca ekstrem.
(Pandu)









