AKTUALITA.CO.ID – Hujan deras yang mengguyur wilayah Kabupaten Bogor mengakibatkan turab dan bendungan di Kampung Cukang Ponteng RT 04/01, Desa Cadas Ngampar, Kecamatan Sukaraja, Kabupaten Bogor mengalami longsor pada Sabtu malam (23/5/2026).
Akibat kejadian tersebut, sejumlah rumah warga yang berada di sekitar lokasi terdampak terancam ambruk karena kondisi tanah di sekitar bantaran kali terus mengalami pengikisan.
Kepala Desa Cadas Ngampar Jejen mengatakan, peristiwa longsor terjadi saat hujan deras melanda wilayahnya pada Sabtu malam.
“Jadi kejadiannya malam hari saat hujan deras mengguyur wilayah kami. Sejak Sabtu malam terjadilah bencana longsor tersebut,” kata Jejen kepada Aktualita.co.id, Senin (25/5/2026).
Ia menjelaskan, longsor yang terjadi telah mengikis bagian turab dan bendungan secara cukup parah hingga membuat akses yang sebelumnya bisa dilalui warga kini terputus.
“Di samping aliran kali itu ada beberapa rumah warga yang terancam ikut longsor. Kondisinya sekarang sangat mengkhawatirkan karena rumah tersebut sudah hampir menempel dengan titik longsor. Dulu masih bisa dilalui pejalan kaki maupun sepeda motor, sekarang sudah tidak bisa karena tanahnya sudah terkikis. Ini sangat membahayakan keselamatan warga,” ujarnya.
Menurutnya, kondisi turab tersebut sebenarnya telah menjadi perhatian pemerintah desa sejak beberapa tahun lalu. Pihak desa pun telah berulang kali melaporkan kerusakan itu kepada instansi terkait, namun hingga kini belum ada realisasi perbaikan.
“Itu sebenarnya sudah menjadi pekerjaan rumah sejak lama. Kami sudah melaporkan sejak satu hingga dua tahun ke belakang, tetapi belum juga dianggarkan. Sampai akhirnya longsor benar-benar terjadi setelah hujan deras Sabtu malam lalu. Saat ini memang sudah ada peninjauan, tetapi baru sebatas peninjauan, belum ada tindakan perbaikan,” ungkapnya.
Ia menambahkan, sejumlah instansi seperti Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Bogor, UPT Pengairan, serta Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bogor sudah turun meninjau lokasi. Namun, menurutnya, penanganan serius dan maksimal masih belum dilakukan.
“Kalau untuk melihat lokasi, sudah beberapa dinas datang, mulai dari PUPR, UPT Pengairan, sampai BPBD. Tapi penanganan serius secara maksimal belum dilakukan, padahal kondisi ini sangat membahayakan jiwa manusia,” tegasnya.
Ia berharap pemerintah daerah segera merealisasikan pembangunan turab dan perbaikan bendungan tersebut sebelum menimbulkan korban jiwa.
“Bendungan dan turab ini harus segera ditangani karena longsor terus terjadi, sementara di atasnya ada rumah warga. Ada dua rumah yang posisinya paling dekat dengan titik longsor. Kami berharap perbaikan segera dilakukan sebelum ada korban,” pungkasnya.
(Retza)









