AKTUALITA.CO.ID – Pemerintah Desa Gunung Putri, Kecamatan Gunung Putri, Kabupaten Bogor, menerima dua agenda penting pada Kamis (18/6/2026). Agenda tersebut meliputi kunjungan kerja Komisi I DPRD Bangka Tengah, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, serta kegiatan Focus Group Discussion (FGD) yang diselenggarakan oleh Kementerian Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Kemendes PDT).
Kepala Desa Gunung Putri, Daman Huri, menjelaskan bahwa FGD yang dihadiri tim Kemendes PDT tersebut bertujuan menghimpun masukan dalam penyusunan kebijakan teknis pelaksanaan pendampingan bagi alumni pelatihan yang telah diselenggarakan kementerian.
“Pada kesempatan itu kami menyampaikan berbagai usulan dan inovasi desa yang berkaitan dengan implementasi hasil pelatihan yang telah dilaksanakan oleh kementerian maupun dinas terkait, baik di tingkat kabupaten maupun provinsi,” ujar Daman Huri.
Ia menambahkan, Sekretaris Desa Gunung Putri juga memaparkan sejumlah pengalaman dan praktik baik yang dinilai dapat menjadi referensi bagi Kemendes PDT dalam menyusun regulasi dan kebijakan di masa mendatang.
Selain itu, pada pukul 10.00 WIB, Desa Gunung Putri menerima kunjungan kerja Komisi I DPRD Bangka Tengah yang dipimpin Ketua Komisi I bersama 11 anggota. Kunjungan tersebut dilakukan dalam rangka konsultasi dan koordinasi terkait hubungan desa serta sinergi antara Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) dengan pembangunan desa.
Dalam pertemuan tersebut, Daman Huri memaparkan pentingnya perubahan pola pikir masyarakat dalam menghadapi tantangan pembangunan di era saat ini. Menurutnya, setiap program desa harus disesuaikan dengan tipologi dan kearifan lokal masing-masing wilayah.
“Tentu saja kondisi Kabupaten Bogor dengan Kabupaten Bangka Tengah berbeda. Karena itu, saya menyampaikan prinsip amati, tiru, dan modifikasi, sehingga berbagai praktik baik yang ada di Desa Gunung Putri dapat diterapkan atau menjadi inspirasi kebijakan bagi desa-desa di Bangka Tengah,” katanya.
Daman juga menjelaskan sejumlah inovasi yang telah dikembangkan Desa Gunung Putri, khususnya dalam pengembangan BUMDes dan upaya menciptakan kemandirian desa. Ia menegaskan bahwa pembangunan desa tidak boleh sepenuhnya bergantung pada anggaran pemerintah.
“Kami memiliki slogan, ‘Jalan dulu, nanti ketemu jalan’. Artinya, ada atau tidak adanya anggaran, kita harus tetap berpikir dan bergerak membangun desa,” ujarnya.
Menurutnya, desa perlu mempersiapkan diri menghadapi berbagai kemungkinan, termasuk adanya pengurangan dana transfer dari pemerintah pusat. Karena itu, program-program desa harus mampu menciptakan sumber perekonomian baru yang berkelanjutan (sustainable) agar desa semakin mandiri.
“Jika dari sekarang desa sudah berpikir bagaimana mengelola anggaran menjadi program yang berkelanjutan dan menghasilkan kemandirian, maka ketika terjadi pengurangan atau perubahan kebijakan anggaran dari pemerintah pusat, desa akan lebih siap menghadapinya,” tutup Daman Huri.
Melalui berbagai inovasi yang telah dijalankan, Pemerintah Desa Gunung Putri optimistis mampu mewujudkan kemandirian desa secara bertahap dan menjadi contoh bagi daerah lain dalam membangun desa yang tangguh serta berkelanjutan.
(Deni Supriadi)









