AKTUALITA.CO.ID – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor tengah menelusuri data yang dirilis Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) terkait tingginya angka pemain judi online di wilayah Kabupaten Bogor.
Dalam data yang dipublikasikan melalui akun Instagram resmi PPATK, Kabupaten Bogor disebut menempati posisi pertama secara nasional sebagai daerah dengan jumlah pemain judi online terbanyak. Tercatat terdapat 103.092 pemain dengan nilai transaksi deposit mencapai Rp414,4 miliar. Kawasan Jabodetabek sendiri dikategorikan sebagai Zona Merah Judi Online Nasional.
Menanggapi hal tersebut, Bupati Bogor Rudy Susmanto menyatakan pemerintah daerah masih akan memastikan validitas data tersebut sebelum memberikan penjelasan lebih lanjut kepada publik.
“Saya pastikan dulu, saya belum dapat data validnya secara administratif. Nanti saya coba cari informasinya. Setelah kami dapat informasi yang utuh, kami akan sampaikan,” ujar Rudy Susmanto, Kamis (2/7/2026).
Meski demikian, Rudy menegaskan bahwa persoalan judi online maupun peredaran narkotika tetap menjadi perhatian serius Pemerintah Kabupaten Bogor. Menurutnya, kedua persoalan tersebut merupakan ancaman yang harus ditangani bersama demi melindungi generasi muda.
Ia menekankan bahwa upaya pencegahan terus dilakukan melalui penguatan pengawasan hingga tingkat kecamatan. Seluruh camat telah menerima instruksi untuk mengintensifkan sosialisasi mengenai bahaya judi online serta penyalahgunaan obat keras seperti Tramadol.
Selain itu, satuan tugas (Satgas) khusus yang telah dibentuk sebelumnya masih aktif menjalankan berbagai kegiatan pencegahan dan pengawasan, termasuk pelaksanaan tes narkoba secara berkala di sejumlah wilayah Kabupaten Bogor.
“Bahkan kita pun membentuk satgas tim tersendiri pada saat itu dan sampai sekarang masih berjalan. Salah satunya menggelar pemeriksaan tes narkoba di beberapa wilayah di Kabupaten Bogor,” katanya.
Rudy juga mengapresiasi dukungan berbagai instansi vertikal yang selama ini terlibat dalam penanganan penyakit masyarakat. Menurutnya, sinergi antara pemerintah daerah dengan aparat penegak hukum menjadi faktor penting dalam menjaga keamanan dan ketertiban.
Kolaborasi tersebut melibatkan Polres Bogor, Kodim Bogor, Korem Bogor, Kejaksaan Negeri Bogor, hingga Badan Narkotika Nasional Kabupaten (BNNK) Bogor.
“Kami mengucapkan terima kasih atas kolaborasi yang sangat luar biasa dari seluruh instansi vertikal yang ada di Kabupaten Bogor. Sinergitas dan kolaborasinya berjalan sangat baik,” ucapnya.
Pemkab Bogor menegaskan komitmennya untuk terus memperkuat penindakan terhadap berbagai penyakit masyarakat, tidak hanya judi online dan narkotika, tetapi juga peredaran minuman keras serta pelanggaran peraturan daerah terkait tata ruang melalui operasi terpadu yang melibatkan lintas instansi.
(Deni Supriadi)









