AKTUALITA.CO.ID – Kondisi rumah Ibu Susanah di Desa Situsari, Kecamatan Cileungsi, Kabupaten Bogor, menjadi perhatian. Rumah yang jauh dari kata layak tersebut menjadi tempat tinggal sekaligus tumpuan bagi Susanah dan keluarganya untuk menjalani kehidupan sehari-hari.
Susanah sebelumnya menjadi sorotan setelah pernyataan Presiden RI Prabowo Subianto dalam agenda tahunan MPR RI yang menyebut Susanah sebagai seorang pengupas bawang dengan penghasilan mencapai Rp700 ribu per kilogram.
Namun, pihak keluarga memberikan klarifikasi mengenai kondisi dan pekerjaan Susanah. Menurut keluarga, Susanah bukanlah seorang pengupas bawang, melainkan pekerja sebagai penjahit lap majun dan pencuci ompreng program Makan Bergizi Gratis (MBG) di salah satu Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di wilayah tersebut.
Kakak Susanah Wina mengatakan, adiknya tercatat sebagai penerima bantuan Program Keluarga Harapan (PKH) dan masuk dalam desil 1. Hal tersebut disampaikan Wina saat ditemui di kediaman Susanah.
“Ibu Susanah memang menerima bantuan PKH dari pemerintah, sehingga dirinya menjadi perwakilan untuk menghadiri kegiatan di Jakarta dan diundang oleh pemerintah,” ujar Wina, Minggu (16/08/26).
Wina menjelaskan, Susanah tinggal di rumah tersebut bersama suami dan ketiga anaknya. Meski kondisi ekonomi keluarga cukup terbatas, menurutnya Susanah merupakan sosok yang aktif, mandiri, dan tetap menjalani kehidupan dengan penuh semangat.
”Dia mah orangnya enjoy. Di sini juga tinggal bersama tiga anaknya dan suaminya,” katanya.
Ketiga anak Susanah saat ini berada pada jenjang pendidikan yang berbeda. Anak pertama sudah memasuki usia remaja dan tengah menempuh pendidikan di SMK. Anak kedua bersekolah di tingkat SMP, sedangkan anak bungsunya duduk di kelas 3 sekolah dasar.
Sementara itu, suami Susanah diketahui bekerja sebagai buruh atau kuli bangunan untuk memenuhi kebutuhan keluarga.
Menurut Wina, kondisi ekonomi keluarga Susanah memang tidak berlebihan. Namun, berkat kemandirian, kerja keras, serta dukungan dari sang suami, Susanah tetap mampu memenuhi kebutuhan sehari-hari dan membesarkan ketiga anaknya.
”Penghasilan Susanah itu dari menjahit lap majun Rp700 perak per kilogram. Kemudian mencuci ompreng sekitar Rp100 ribu sampai Rp120 ribu sehari. Itu pun tidak setiap hari karena SPPG ada liburnya. Menjahit juga tidak besar penghasilannya,” ungkapnya.
Meski memiliki keterbatasan ekonomi, Wina menyebut Susanah tidak pernah memperlihatkan kesedihan. Ia menilai adiknya merupakan pribadi yang sederhana dan selalu berusaha menikmati kehidupannya bersama keluarga.
“Dia menikmati, senang-senang saja begitu. Saya juga tahu dia dari kecil, dari sebelum menikah sampai sekarang, dia orang yang mandiri,” tuturnya.
Wina berharap kondisi dan latar belakang Susanah dapat dipahami secara utuh oleh masyarakat. Menurutnya, kehidupan Susanah sehari-hari jauh dari gambaran penghasilan fantastis seperti yang sempat ramai diperbincangkan.
Klarifikasi tersebut sekaligus meluruskan informasi mengenai pekerjaan Susanah yang sebelumnya disebut sebagai pengupas bawang dengan penghasilan Rp700 ribu per kilogram.
Berdasarkan keterangan keluarga, Susanah sehari-hari bekerja sebagai penjahit lap majun dan pencuci ompreng di salah satu SPPG, sambil mengurus keluarga dan membesarkan tiga anaknya. (Retza)
AKTUALITA.CO.ID – Kementerian Kebudayaan Republik Indonesia menutup kegiatan Belajar Bersama Maestro (BBM) Kriya Bambu 2026 yang digelar di Yayasan Bambu Indonesia, Cibinong, Kabupaten Bogor. Sabtu (15/8/2026). Penutupan kegiatan...
Read more









