AKTUALITA.CO.ID – Keributan terjadi dalam ajang Piala Kades Cup III Desa Sukamakmur, Kecamatan Sukamakmur, Kabupaten Bogor. Peristiwa tersebut viral di media sosial setelah sebuah video warga yang merekam aksi keributan beredar luas.
Dalam video yang diterima Aktualita.co.id, terlihat sejumlah orang terlibat perkelahian. Situasi tersebut sempat membuat penonton lainnya panik dan berusaha menjauh dari lokasi kejadian.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, keributan tersebut diduga melibatkan sejumlah suporter. Namun, insiden itu disebut terjadi di luar jalannya pertandingan sepak bola.
“Iya itu ribut di luar pertandingan. Korbannya sudah membuat laporan ke pihak kepolisian,” ujar D, Senin (17/8/26).
Sementara itu, Kapolsek Sukamakmur IPTU Dedi Priono membenarkan adanya insiden keributan tersebut. Menurutnya, pihak kepolisian masih melakukan pendalaman untuk mengetahui penyebab pasti kejadian.
“Betul ada keributan. Namun penyebab dari keributan itu masih dalam pendalaman,” kata IPTU Dedi.
Ia menjelaskan, pihak kepolisian telah menerima laporan dari masyarakat dan akan menangani perkara tersebut sesuai dengan prosedur yang berlaku.
“Karena kita juga mendapat laporan dari masyarakat, kita terima dan kita tangani sesuai dengan tahapan,” ujarnya.
IPTU Dedi menambahkan, hingga saat ini baru satu orang yang membuat laporan terkait insiden tersebut. Polisi masih melakukan penyelidikan untuk mengungkap kronologi dan penyebab terjadinya keributan.
“Insiden itu masih dalam penyelidikan. Yang jelas, yang membuat laporan satu orang,” jelasnya.
Ia kembali menegaskan bahwa keributan tersebut terjadi di luar pertandingan sepak bola, sehingga tidak terjadi di dalam jalannya pertandingan.
“Itu di luar pertandingan,” tegasnya.
Terkait kelanjutan pelaksanaan Piala Kades Cup III Desa Sukamakmur, pihak kepolisian masih berkoordinasi dengan pemerintah desa dan panitia penyelenggara.
“Kami sedang konfirmasi kepada Bapak Kades dan pihak panitia, apakah dilanjut atau diberhentikan,” pungkas IPTU Dedi.
Hingga kini, penyebab pasti keributan serta pihak-pihak yang terlibat masih dalam proses penyelidikan kepolisian. Masyarakat diimbau tetap menjaga ketertiban dan tidak mudah terprovokasi oleh informasi yang belum terverifikasi. (Retza)









