AKTUALITA.CO.ID – Banjir melanda Jembatan Buntung, Kampung Lewinutug, Desa Lewinutug, Kecamatan Citeureup, Kabupaten Bogor, pada Selasa malam (03/03/25) sekitar pukul 21.30 WIB. Banjir ini terjadi akibat hujan deras yang melanda wilayah Kabupaten Bogor sehingga luapan air dari Kali Cigede yang naik dengan cepat.
Di lokasi,Kepala Desa Lewinutug Deden menjelaskan bahwa peristiwa ini terjadi dalam hitungan menit setelah Destana (Desa Tangguh Bencana) memberikan informasi bahwa air sungai mulai meluap. “Kami langsung menuju lokasi, dan dalam waktu kurang lebih 10 menit, air sudah naik dan cukup besar,” kata Deden kepada Aktualita.co.id.
Akibat banjir ini, kata Deden, sejumlah warga mengalami luka-luka, beberapa di antaranya dalam kondisi kritis dan harus dilarikan ke rumah sakit.
Selain itu, sejumlah kendaraan, termasuk motor dan dua mobil, terdampak banjir. Satu mobil dilaporkan terguling, sementara satu lainnya berhasil diamankan. Beberapa rumah juga terbawa arus.
“Ini merupakan banjir terparah kedua yang pernah terjadi di wilayah tersebut. Saat ini, pendataan masih dilakukan oleh BPBD Kabupaten Bogor, pihak kecamatan, Polsek, Koramil, dan berbagai unsur lainnya yang telah turun ke lokasi untuk membantu penanganan. Sementara dua lokasi terparah berada di Kampung Sawah dan Kampung Jembatan,” ungkapnya.
Untuk sementara, lanjut Deden, warga terdampak banjir diungsikan ke Desa Lewinutug. “Salah satu korban yang dilarikan ke rumah sakit adalah seorang lansia yang terlalu lama terjebak di atas genteng sebelum berhasil dievakuasi,” terangnya.
Sementara itu, Dantim BPBD Kabupaten Bogor Sopian mengatakan bahwa BPBD telah menerima laporan banjir di Desa Lewinutug yang berada di aliran Sungai Cileungsi. Ada sekitar 40 rumah terdampak, dan seluruh warga telah dievakuasi.
“Saat ini, tercatat sebanyak 120 jiwa yang terdampak dan diungsikan,” ujarnya.
“BPBD Kabupaten Bogor terus melakukan asesmen di lapangan untuk menginformasikan kondisi terkini kepada dinas terkait serta memastikan langkah-langkah penanganan lebih lanjut bagi para korban banjir,” pungkaanya.
(reza)









