AKTUALITA.CO.ID – Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK), Pratikno, menegaskan, kebijakan efisiensi energi yang tengah disiapkan pemerintah harus dirancang secara hati-hati dengan mempertimbangkan pengalaman saat pandemi COVID-19, termasuk dalam pelaksanaan kegiatan belajar mengajar.
Pratikno mengatakan, langkah penghematan energi tidak boleh dilakukan secara sembarangan dan harus disusun secara terukur berdasarkan data konsumsi energi serta tingkat mobilitas di tiap sektor.
“Langkah efisiensi harus disusun secara terukur dan berbasis data konsumsi energi serta tingkat mobilitas di masing-masing sektor, sehingga tidak menimbulkan dampak negatif yang berlebihan bagi masyarakat,” ujar Pratikno, Selasa (24/3/2026).
Ia memastikan, kebijakan penghematan energi tidak akan mengganggu proses pembelajaran maupun pelayanan publik. Dalam sektor pendidikan, skema Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) disebut akan disesuaikan dengan karakteristik mata pelajaran yang diajarkan.
Pratikno menegaskan, untuk mata pelajaran yang membutuhkan praktik secara langsung, pemerintah tetap mengarahkan agar kegiatan belajar dilakukan secara tatap muka.
Selain sektor pendidikan, kata Pratikno, pemerintah juga menyiapkan sejumlah strategi penghematan energi di berbagai instansi. Di antaranya melalui penerapan skema kerja fleksibel bagi aparatur sipil negara (ASN), penguatan penggunaan platform digital, hingga pembatasan mobilitas perjalanan dinas.
Kebijakan efisiensi energi tersebut direncanakan mulai berlaku pada April 2026. Namun demikian, pemerintah menegaskan bahwa hingga saat ini kebijakan belajar dari rumah masih sebatas wacana dan belum menjadi keputusan final.
“Koordinasi lintas kementerian dan lembaga menjadi kunci agar kebijakan efisiensi energi dapat berjalan efektif, sekaligus memastikan pelayanan publik tetap berjalan optimal,” atandasnya
(Retza)









