AKTUALITA.CO.ID _ Lembaga Study Visi Nusantara (Ls-Vinus) kembali merilis hasil survei ke-3 untuk bakal calon Walikota Bogor dan bakal calon Wakil Walikota Bogor menurut pilihan masyarakat Kota Bogor yang akan maju di Pilkada 2024. Senin, (29/07/24).
Berdasarkan hasil survei Ls-Vinus, elektabilitas simulasi 5 calon Walikota Bogor. Dedie Rahim menduduki urutan tertinggi dibandingkan calon lainnya dengan angka 30,25%.
Disusul dengan Raendi Rayendra diangka 25%, diurutan ke tiga Sendy Fardiansyah dengan elektabilitas 18,63%, selanjutnya Atang Trismanto dengan elektabilitas 8%, ke lima Aji Jaya Bintara 2,75%.
Kemudian untuk elektabilitas bakal calon Wakil Walikota Bogor berdasarkan simulasi 5 pilihan masyarakat Kota Bogor tertinggi diperoleh oleh Sendy Fardiansyah dengan angka 23,88%, diikuti Rusly Prihatevy dengan elektabilitas 12,63%, diurutan ke tiga Jenal Mutaqin dengan elektabilitas dengan angka 10,25%.
Selanjutnya Atang Trisnanto dengan elektabilitas 8,38%, diurutan ke lima Aji Jaya Bintara dengan perolehan elektabilitas 4,13%.
Tidak hanya itu, Ls-Vinus juga merilis hasil survei 5 terbesar pasangan bakal calon wali kota dan wakil wali kota pilihan masyarakat kota Bogor. Pasangan pertama ada Dedie dan Sendi dengan elektabilitas 12,13%, kedua Raendi-Sendi dengan elektabilitas 10%, selanjutnya Dedie-Rusli dengan elektabilitas 9,63%, Sendi-Jenal dengan elektabilitas 3,88%, kelima Sendi-Aji 3,50%.
Sementara, Yusfitriadi founder Ls-Vinus mengatakan, Perkembangan di Kota Bogor sudah semakin eskalatif serta semakin menunjukan peta politik.
Kemudian, lanjut Yusfitriadi, survei ini dilakukan sebelum surat DPP Partai Gerindra turun ke Jenal Mutaqin untuk maju menjadi calon wali kota Bogor di pilkada 2024. “Kemungkinan elektabilitas Jenal Mutaqin akan terus meningkat, setelah mendapatkan surat tugas dari DPP Gerindra,” ungkap Yusfitriadi di Sekretariat Ls-Vinus, Cibinong.
Walaupun demikian, disini petanya sudah terlihat jelas, dimana kalo dilihat dari urusan untuk wali kota masing-masing mempunyai kenaikan elektabilitas.
“Misalnya Dedie Rahim yang sebelumnya 27% sekarang diangka 30%, begitupun Rayendra sebelumnya 22% sekarang 23%, selanjutnya Sendi tadinya 11% sekarang diangka 16%, walaupun tidak banyak tetapi mempunyai kenaikan elektabilitas, ” terang Yusfitriadi kepada Aktualita.co.id.
” Dan yang turun drastis itu ada dua nama pertama pada Aji Jaya sebelumnya 7% atau 9% sekarang menjadi 2%, Kedua Atang tidak naik akan tetapi stabil, ” tambahnya.
Diketahui pengambilan hasil survei menggunakan metode Cluster Random Sampling dengan teori slovin dengan 800 responden dengan instrumen tertutup dan teknik wawancara langsung bertatap muka.
” Walaupun dalam survei ini ada yang mengalami kenaikan dan keturunan, tetapi tingkat pengetahuan masyarakat kota Bogor terhadap pungut hitung pilkada 2024 masih banyak yang belum mengetahui ada diangka 79,40%, yang mengetahui hanya 20,60%, ” pungkasnya.
*Rezza/Ns









