AKTUALITA.CO.ID _ Usai mendapatkan penghargaan sebagai kabupaten informatif dari pemerintahan provinsi Jawa Barat, kabupaten bogor mendapatkan kritik keras dari Komite Advokasi Hukum Nasional Indonesia (KANNI) Kabupaten Bogor.
Menurutnya, Penghargaan yang didapati dinilai hanya seremonial belaka. Pasalnya, ada tiga Organisasi Perangkat Daerah (OPD) yang kini antri untuk disidangkan oleh Komisi Informasi (KI) karena mengabaikan permohonan keterbukaan informasi publik.
Ketua KANNI Kabupaten Bogor Haidy Arsyad menilai penghargaan yang diterima Pemkab Bogor tidak mencerminkan realitas di lapangan, mengingat ada tiga OPD yang saat ini terlibat sengketa informasi di Komisi Informasi Jawa Barat.
“Tiga OPD di Kabupaten Bogor yang sedang disengketakan adalah Dinas Pendidikan, Dinas Kesehatan, dan Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa. Ketiganya tidak memenuhi standar keterbukaan yang seharusnya,” kata Haidy. Kamis (14/11/24).
Haidy mengatakan, ketiga dinas tersebut terlibat dalam sengketa karena dianggap tidak memberikan akses informasi yang diminta masyarakat. Bahkan, beberapa permohonan informasi ditolak tanpa alasan yang jelas.
Oleh karena itu, kata Haidy, dirinya menegaskan bahwa pemberian predikat Kabupaten Informatif kepada Kabipaten Bogor di tengah sengketa keterbukaan ini justru dapat menimbulkan persepsi publik yang salah.
“Komitmen terhadap keterbukaan informasi harus dijalankan secara konsisten oleh semua instansi pemerintah daerah. Penghargaan ini seharusnya menjadi cerminan komitmen yang menyeluruh. Ketika masih ada dinas yang tersangkut sengketa informasi, ini menunjukkan masih adanya ruang untuk perbaikan,” tegasnya.
“Jika masih ada dinas yang terlibat sengketa informasi, ini menunjukkan adanya ruang untuk perbaikan dalam pelaksanaan keterbukaan informasi di Kabupaten Bogor. Maka kami menilai penghargaan tersebut seharusnya merefleksikan komitmen transparansi yang menyeluruh,” jelasnya.
Sebelumnya, dalam rilis resmi Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Bogor, Pemkab Bogor dinyatakan berhasil mempertahankan komitmennya dalam menyelenggarakan keterbukaan informasi publik. Hal ini terbukti dengan kembali diraihnya predikat Kabupaten/Kota Informatif tahun 2024 dari Komisi Informasi Jawa Barat.
Penghargaan tersebut diterima langsung oleh Pj. Bupati Bogor Bachril Bakri yang diserahkan oleh Pj. Gubernur Jawa Barat Bey Machmudin, di Gedung Merdeka, Kota Bandung. Kamis (14/11/24).
Bachril Bakri mengungkapkan rasa bangganya atas pencapaian tersebut dan mengucapkan terima kasih kepada perangkat daerah yang telah berkontribusi dalam memberikan informasi yang terbuka kepada publik.
“Saya bangga dan senang, terima kasih kepada perangkat daerah yang telah membuka dan memberikan informasi yang ada sehingga publik bisa mendapatkan informasi secara terbuka, jelas, dan transparan,” ucapnya.
Dalam kesempatan tersebut, Bachril Bakri juga mengimbau agar seluruh perangkat daerah lebih aktif dalam kegiatan keterbukaan informasi publik. “Keterbukaan informasi publik menjadi kewajiban setiap pemerintah daerah untuk menyampaikan informasi dan capaian kinerja yang telah dilaksanakan, agar publik mengetahui apa yang sudah dikerjakan dan dihasilkan oleh pemerintah daerah,” tuturnya.
Sementara itu, Gubernur Jawa Barat Bey Machmudin menyampaikan pentingnya pemenuhan informasi bagi masyarakat. “Selamat kepada Kabupaten/Kota yang telah meraih prestasi ini, semoga apa yang dilakukan dapat dirasakan manfaatnya langsung oleh masyarakat,” ujarnya.
Kemudian, Ketua Komisi Informasi Provinsi Jawa Barat, Ijang Faisal menerangkan, bahwa Pemerintah Provinsi Jawa Barat tahun 2024 menjadi provinsi pertama dan utama indeks keterbukaan informasi publik menjadi terbaik pertama se-Indonesia, ini tentunya tidak terlepas dari upaya keterbukaan informasi yang dilakukan oleh Pemerintah Kabupaten/Kota se-Provinsi Jawa Barat.
“Terima kasih kepada seluruh pimpinan badan publik yang telah berpartisipasi dan berkomitmen dalam keterbukaan informasi publik, sehingga informasi publik lebih berkualitas dan memberikan mendorong pembangunan negara dan terwujudnya masyarakat yang sejahtera,” tutupnya.
(rezza apit)









