AKTUALITA.CO.ID _ Wadirlantas Polda Jawa Barat AKBP Edwin Affandi mengimbau masyarakat yang hendak menuju kawasan Puncak, Bogor, melalui jalur alternatif untuk berhati-hati. Langkah ini dilakukan demi menghindari potensi permasalahan di jalan yang dapat dimanfaatkan oleh oknum tidak bertanggung jawab.
“Bagi masyarakat yang ingin ke wilayah Puncak melalui jalur alternatif, sebaiknya menanyakan kepada petugas kepolisian terkait rute yang akan dilalui. Jangan sampai terjadi hal-hal seperti sebelumnya yang dimanfaatkan oleh oknum tertentu,” kata AKBP Edwin Affandi.
Menurutnya, memang ada beberapa destinasi wisata yang berada di jalur alternatif menuju Puncak. Wisatawan dipersilakan menggunakan jalur tersebut jika memang lokasi tujuan mereka berada di kawasan tersebut. Namun, bagi masyarakat yang kurang memahami rute atau kondisi jalur alternatif, disarankan untuk tetap bersabar menggunakan jalur utama.
“Kami berharap masyarakat bersabar berada di jalur utama Puncak karena kami akan memberikan fasilitas sistem satu arah (one way) baik yang menuju ke atas maupun ke bawah,” tambahnya.
Untuk mengantisipasi gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas), AKBP Edwin menjelaskan bahwa pihaknya telah menyiagakan patroli di sepanjang jalur alternatif. Langkah ini bertujuan untuk mengurangi risiko penyalahgunaan situasi oleh oknum-oknum yang memanfaatkan kebingungan pengguna jalan.
“Silakan bertanya kepada kepolisian setempat mengenai jalur alternatif yang akan dituju. Kami juga telah memasang rambu-rambu lalu lintas untuk membantu memberikan petunjuk bagi masyarakat yang ingin menuju kawasan wisata,” ujarnya.
“Masyarakat diimbau untuk selalu berhati-hati dan mengikuti arahan dari petugas agar perjalanan menuju kawasan Puncak dapat berlangsung dengan aman dan nyaman,” himbaunya.
Sementara, Kepala Unit Binmas Satlantas Polres Bogor, Iptu Ardian, mengungkapkan belasan joki telah diberi peringatan dan diusir dari area Exit Tol Ciawi serta Simpang Gadog. Mereka kedapatan menawarkan jasa pemanduan jalur alternatif kepada wisatawan.
“Belasan joki sudah diusir dan diberi peringatan. Ketemu di lokasi, langsung kami tindak. Kami mengimbau joki agar tidak memaksa wisatawan dengan modus pengaturan jalur alternatif. Tindakan mereka kerap membuat wisatawan merasa tidak nyaman,” pungkasnya.
(rezza apit)









