Aktualita.co.id – Leg pertama semifinal Copa del Rey antara Barcelona dan Atlético Madrid berakhir dengan skor spektakuler 4-4. Duel yang berlangsung di Stadion Olimpiade Lluís Companys, Rabu (26/2) dini hari WIB, menghadirkan aksi jual beli serangan sejak menit pertama hingga detik terakhir.
Pertandingan langsung panas sejak peluit pertama dibunyikan. Baru 1 menit laga berjalan, Atlético Madrid sudah membuka keunggulan lewat gol cepat Julian Álvarez. Tak butuh waktu lama, Antoine Griezmann menggandakan skor menjadi 2-0 di menit ke-6, membuat Barcelona tertekan di awal laga.
Namun, Blaugrana tak tinggal diam. Pedri González mencetak gol di menit ke-19, disusul Pau Cubarsí dua menit berselang yang membuat skor kembali imbang 2-2. Barcelona terus menekan, dan akhirnya berbalik unggul 3-2 setelah Iñigo Martínez mencetak gol di menit ke-41.
Memasuki babak kedua, Barcelona semakin percaya diri. Robert Lewandowski menambah keunggulan menjadi 4-2 di menit ke-74. Namun, keunggulan ini tidak bertahan lama.
Atlético Madrid kembali menunjukkan mental juara mereka. Marcos Llorente mencetak gol di menit ke-84, memberikan harapan bagi tim asuhan Diego Simeone. Drama memuncak di injury time ketika Alexander Sørloth mencetak gol penyeimbang pada menit ke-90+3, membuat laga berakhir dengan skor 4-4.
Barcelona tampil lebih dominan dengan 68% penguasaan bola dan melepaskan 16 tembakan, 9 di antaranya tepat sasaran. Sementara itu, Atlético Madrid yang lebih banyak bermain bertahan hanya menguasai 32% bola, tetapi mampu menciptakan 10 tembakan, dengan 7 di antaranya mengarah ke gawang. Dalam hal operan, Barcelona mencatatkan 680 operan dengan akurasi 88%, jauh di atas Atlético yang hanya membuat 323 operan dengan akurasi 77%.
Dari segi permainan, Atlético Madrid mencatatkan 10 pelanggaran dan menerima 4 kartu kuning, sedangkan Barcelona melakukan 12 pelanggaran tanpa kartu kuning. Barcelona juga lebih agresif dalam menyerang dengan 8 tendangan sudut, dibandingkan Atlético yang hanya memiliki 3 tendangan sudut.
Hansi Flick mengaku kecewa karena timnya gagal mengamankan kemenangan di menit akhir.
“Kami mengontrol permainan, tapi kehilangan fokus di menit-menit akhir. Ini menjadi pelajaran bagi kami untuk leg kedua,” ujar Flick
Di sisi lain, Diego Simeone memuji semangat juang timnya.
“Kami tidak pernah menyerah. Gol di menit akhir ini membuktikan karakter tim kami,” kata Simeone.
Leg Kedua: Siapa yang Lebih Siap?
Hasil imbang ini membuat leg kedua di markas Atlético Madrid akan berlangsung semakin panas. Kedua tim masih memiliki peluang yang sama besar untuk lolos ke final Copa del Rey.
Mampukah Barcelona bangkit di laga tandang, atau justru Atlético Madrid yang akan mengamankan tiket final? Kita tunggu duel sengit berikutnya!
(Arsyit Syarifudin)









