Aktualita.co.id- Ratusan warga dari Desa Balekambang, Sirnagalih, Bendungan, Kecamatan Jonggol dan Desa Sukadamai, Kecamatan Sukamakmur Kabupaten Bogor menggelar aksi dengan menutup akses jalan menuju proyek Bendungan Cijurey, yang berlokasi di jalan Jonggol-Sukamakmur, Jumat (11/07/25).

Aksi penutupan jalan menuju proyek Bendungan Cijurey oleh ratusan warga dari 4 desa tersebut adalah buntut dari kekesalan warga kepada pihak pengelola proyek Bendungan Cijurey dan Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS). Pasalnya pihak dari pengelola proyek Bendungan Cijurey dan pihak BBWS belum memperbaiki kerusakan jalan dari dampak mobilisasi armada pengangkut matrial.
“Kami BPD menerima aspirasi dari warga dan tugas kami adalah itu. Aksi ini harusnya terjadi 2 atau 3 bulan kebelakang, karena apa? Karena warga sudah kecewa, jadi kita menghargai apa yang dilakukan oleh pihak BBWS terutama pengembang Cijurey. Kita selalu menanyakan kapan ada perbaikan jalan, ternyata tidak ada respon,” tutur Ketua BPD Desa Balekambang, Awis muhidin kepada Aktualita.co.id.
Selain kerusakan jalan yang disebabkan oleh mobilisasi armada pengangkut matrial, Awis juga membeberkan, sudah terjadi kabel listrik yang menyambung ke rumah warga tertarik oleh armada pengangkut matrial ke proyek Bendungan Cijurey.
“Kilometer warga ada yang sampai lepas dari rumah warga, sehingga menimbulkan percikan api. Ada Dump Truck yang mengangkut matrial yang menyangkut kabel utama dan itu Watt-nya cukup tinggi dan selang 2 hari kemudian terjadi lagi kabel-kabel itu putus. Itu adalah rasa kekecewaan warga Desa Balekambang, sehingga kami ada disini,” imbuhnya.

Dikesempatan yang sama, Kepala Desa Balekambang, Anap Setiawan berharap, dengan adanya aksi demo oleh warga Desa Balekambang, Sirnagalih, Bendungan kecamatan Jonggol dan Desa Sukadamai, kecamatan Sukamakmur membawa dampak positif untuk semua pihak.
“Dan kepada yang berkepentingan mohon kiranya dapat memahami dan memaklumi keinginan warga, karena kami bukan ingin menutup kegiatan proyek tersebut, tapi kami juga ingin diperhatikan jalan yang dilalui agar tidak saling merugikan, terlebih-lebih merugikan aktivitas warga,” harapnya
Sebagai penutup, Anap Setiawan mengungkapkan, dulu sudah ada berkomitmen dengan pihak humas proyek Bendungan Cijurey, bahwa kendaraan proyek beroperasi di waktu malam hari, namun sekarang diabaikan.
“Karena pagi hari dan siang hari itu banyak aktivitas warga termasuk anak sekolah, tapi sekarang komitmen itu tidak digubris lagi atau diabaikan, mobil proyek beroperasi pagi, siang, sore dan malam,” tutupnya.
(Deni Dawer)









