Aktualita.co.id – Perpustakaan Desa (Perpusdes) Gunung Putri terus menjadi motor penggerak literasi dan edukasi masyarakat, lewat berbagai program inovatif dan berdampak langsung.
Namun, meski mendapat apresiasi di berbagai kesempatan, Ketua Lembaga Perpustakaan Desa Gunung Putri, Fadli Pratama, menegaskan perlunya perhatian lebih dari dinas-dinas terkait agar gerakan literasi ini tidak berjalan sendiri.
Fadli menjelaskan bahwa Perpusdes Gunung Putri telah memiliki tiga program utama dengan 12 sub-program, di antaranya adalah Program Pustaka, Pusat Transformasi dan Kegiatan, Bakti Perpusdes, dan Fasasi (Fasilitas Literasi).
“Program Bakti Perpusdes itu yang paling terlihat sekarang. Kami sudah menyalurkan sekitar 4.000 buku untuk PAUD dan TK di wilayah Desa Gunung Putri. Dulu total buku dari 12 PAUD dan TK hanya sekitar 150 buku, sekarang sudah ribuan. Anak-anak jadi lebih mudah mengakses bahan bacaan,” jelas Fadli.
Tak hanya fokus pada anak usia dini, tahun ini program Bakti Perpusdes menyasar delapan SD yang dinilai belum memiliki perpustakaan layak.
“Banyak SD yang bahkan belum memiliki perpustakaan. Ini sebenarnya tanggung jawab Dinas Pendidikan, tapi karena kasihan lihat kondisi sekolah, kami ambil peran lebih dulu,” ungkapnya.
“Melalui subprogram Literasi, Perpusdes menargetkan distribusi ribuan buku untuk meningkatkan kualitas literasi sekolah dasar. Namun keterbatasan jumlah buku masih menjadi kendala besar,” lanjutnya.
Tak hanya di bidang literasi, Perpusdes Gunung Putri juga mengembangkan program eduwisata berbasis pertanian di atas lahan seluas 5.000 meter persegi. Program ini menyasar anak-anak sekolah dari berbagai jenjang dan daerah, termasuk dari luar Kabupaten Bogor.
“Mereka kami ajak belajar pertanian, mengenal literasi di perpustakaan, bermain dengan tablet, serta ikut kelas seperti ecoprint, mitigasi bencana, atau pengenalan satwa berbahaya,” ujarnya.
Menurutnya, Program ini bahkan pernah mendapat perhatian dari akademisi IPB, Prof. Hadi Susilo, yang menyarankan agar dikembangkan menjadi agrowisata edukatif.
Meski telah meraih penghargaan pengabdian masyarakat terbaik tingkat Kabupaten Bogor dan sempat tampil dalam presentasi di DPR RI Fadli menyayangkan masih minimnya kolaborasi dengan dinas-dinas teknis.
“Program ini sangat potensial dan menyentuh langsung masyarakat, tapi kami merasa berjalan sendiri. Harapan kami, dinas seperti Dinas Arsip dan Perpustakaan, Dinas Pendidikan, serta Dinas Pariwisata bisa ikut terlibat,” tegasnya.
Fadli juga berharap agar program dan capaian Perpusdes Gunung Putri bisa lebih diekspose melalui media resmi pemerintah, serta diberikan bantuan sarana penunjang seperti mobil perpustakaan keliling dan lemari buku.
“Sebelumhya mobil ini sudah di bicarakan sama dinas terkait waktu itu, namun sampai saat ini belum juga terealisasi,” tuturnya.
Kini, Perpustakaan Desa Gunung Putri sedang bersiap mewakili Kabupaten Bogor dalam Lomba Perpustakaan Desa atau Kelurahan Tingkat Provinsi Jawa Barat. Fadli menyatakan optimismenya untuk melaju hingga ke tingkat nasional.
“Kami siap dan percaya diri mewakili Bogor. Kami sudah dapat banyak dorongan, termasuk dari kementerian. Tapi dukungan dari dinas sangat kami butuhkan, agar program ini semakin luas manfaatnya,” pungkasnya.









