Aktualita.co.id- Menjelang Hari Ulang Tahun (HUT) Kemerdekaan Republik Indonesia ke-80 pada 17 Agustus 2025. Gopur Atmaja, Kepala Desa Cipeucang, Kecamatan Cileungsi, Kabupaten Bogor mengimbau khususnya kepada waega Desa Cipeucang untuk memasang bendera merah putih di setiap rumah masing-masing.
“Karena sudah mau memasuki bulan Agustus, yang pasti saya sebagai Kepala Desa Cipeucang telah membuat surat edaran kepada warga untuk per tanggal 1 Agustus sudah harus memasang bendera merah putih khususnya di jalan-jalan gang, kemudian di depan rumah dan di jalan-jalan umum. Jadi itu sudah saya sampaikan melalui surat edaran yang saya sampaikan dan perintahkan berdasarkan surat edaran Pak camat Cileungsi dan Pak Bupati Bogor, agar warga Desa Cipeucang memasang bendera merah putih dan umbul-umbul,” tutur Kepala Desa Cipeucang, Gopur Atmaja kepada Aktualita.co.id, Rabu (30/07/25).
Lebih lanjut Gopur mengatakan, sebagai warga Indonesia kita wajib memperingati hari kemerdekaan Republik Indonesia. Menurutnya, tanpa merdeka mungkin kita tidak bisa merasakan merdeka seperti hari ini.
“Intinya rasa syukur kepada Allah bahwa atas perjuangan yang sudah diproklamasikan oleh para pejuang termasuk salah satunya adalah proklamator kita Bapak Insinyur Soekarno dan Bapak Muhammad Hatta, bahwa kemerdekaan adalah langkah awal untuk bisa merdeka,” ujarnya.
“Kemudian tentunya kita sebagai warga bangsa wajib mengisi kemerdekaan itu. Dan dengan gebyarnya hari kemerdekaan yang ke-80 tahun tentunya ini semua rahmat Allah yang luar biasa dan kita bisa menyaksikan sampai hari ini gebyarnya kemerdekaan 17 Agustus,” pungkasnya.
Sementara, Ajat (35) salahsatu warga Cipeucang menyampaikan, akan menjalankan apa yang diperintahkan oleh Kepala Desa Cipeucang, Gopur Atmaja dengan memasang bendera merah putih pada tanggal 1 Agustus 2025.
“Emang bagian dari sebuah keharusan buat kami warga bangsa Indonesia untuk memperingati hari kemerdekaan Republik Indonesia. Selain itu juga, memasang bendera merah putih adalah bagian penghormatan kepada para pejuang kita yang gugur saat berperang,” imbuhnya.
(Deni Dawer)









