Aktuals
  • Home
  • Peristiwa
  • Hukum dan Kriminal
  • Daerah
  • Pendidikan dan Kesehatan
  • Sosok dan Politik
  • Ekonomi dan Bisnis
  • Pemerintahan
  • Lifestyle
  • Olahraga
No Result
View All Result
Aktualita
  • Home
  • Peristiwa
  • Hukum dan Kriminal
  • Daerah
  • Pendidikan dan Kesehatan
  • Sosok dan Politik
  • Ekonomi dan Bisnis
  • Pemerintahan
  • Lifestyle
  • Olahraga
No Result
View All Result
Aktuals
No Result
View All Result
Home Pendidikan dan Kesehatan

Gubernur Jabar Ingin PPDB Zonasi Dievaluasi Mendikbudristek

sayyev by sayyev
July 23, 2023
in Pendidikan dan Kesehatan
0
Gubernur Jabar Ingin PPDB Zonasi Dievaluasi Mendikbudristek

Ridwan Kamil

74
SHARES
1.2k
VIEWS
Share on FacebookShare on TwitterShare on Whatsapp

AKTUALITA.CO.ID – Persoalan sistem zonasi penerimaan peserta didik baru (PPDB) yang terjadi di berbagai daerah tak kunjung dijawab Menteri Pendidikan Kebudayaan Riset dan Teknologi (Mendikbudristek) Nadiem Makarim.

Sama halnya di Jawa Barat, Gubernur Ridwan Kamil atau Kang Emil pun meminta Nadiem melakukan evaluasi agar tidak ada lagi kecurangan serupa di PPDB tahun mendatang.

“Ini sudah saya sampaikan ke Mendikbud untuk melakukan evaluasi supaya tahun depan tidak ada lagi drama-drama melelahkan seperti yang kita lihat sekarang,” kata Emil dikutip dari RMOL, Sabtu (23/7/2023).

Berita lainnya

“Generasi Emas di Bogor Terancam?” Andhika Kecam Kebijakan Larangan Disdik

Perkuat Layanan Kesehatan, RSUD Jatisampurna Serahkan SK pengangkatan 54 PPPK Paruh Waktu

‎Diabetes Tipe 2 Kini Ancam Remaja, Wamenkes Soroti Gaya Hidup Generasi Muda‎

Lebih lanjut, Emil mengatakan, Pemprov Jawa Barat telah membatalkan keikutsertaan 4.791 siswa dalam PPDB tingkat SMA/SMK dan SLB. Langkah tersebut diambil karena sejumlah siswa tersebut terbukti melakukan kecurangan dengan memanipulasi domisili di kartu keluarga (KK). “Sebanyak 4.791 sudah saya batalkan dan berproses tambahan lagi jika ditemukan pelanggaran atau domisili yang tidak semestinya. Kan sudah sebanyak itu yang kita batalkan,” kata Emil.

Di samping itu, Emil menilai wewenang terhadap SMA/SMK lebih baik dikembalikan ke pemerintah daerah tingkat kabupaten/kota karena kearifan lokal harus menjadi dasar dari sebuah kebijakan. “Kebijakan umumnya sama, tapi implementasi memang di era otonomi daerah itu harusnya lebih baik. Bahkan, dulu juga saya wali kota, itu SMA diurusnya sama wali kota. Sebenarnya dulu bisa lebih dekat kalau oleh kota/kabupaten,” kata Emil.

Ia pun mengaku akan melakukan evaluasi dan koordinasi mengenai wacana wewenang tersebut. Ia akan mengambil pilihan terbaik untuk masyarakat Jawa Barat. “Hal-hal begitu kalau memang ada wacana, ada ruang-ruang lebih otonom, saya kira saya menyambut baik. Yang penting rakyat tidak dirugikan,” ujarnya.

Kisruh PPDB yang sudah menjadi polemik dua pekan belakangan memang belum juga ditanggapi Mendikbudristek Nadiem Makarim. Presiden Joko Widodo justru menjadi yang lebih dulu mengeluarkan komentar soal isu tersebut. Presiden menyebut masalah yang terjadi dalam PPDB 2023 terjadi di semua daerah. Karena itu, Jokowi meminta permasalahan itu agar diselesaikan secara baik.

“Masalah lapangan selalu ada di semua kota, kabupaten, maupun provinsi, ada semuanya, tapi yang paling penting diselesaikan baik-baik di lapangan,” ujar Jokowi, Kamis (20/7/2023).

Jokowi pun menegaskan pentingnya mengutamakan kepentingan anak-anak Indonesia agar dapat mengenyam pendidikan di sekolah. Jokowi mengatakan, pemerintah pusat maupun daerah harus memastikan anak-anak mendapatkan kesempatan pendidikan. “Anak-anak kita harus diberikan peluang seluas-luasnya untuk memiliki pendidikan yang baik dan setinggi-tingginya,” ucap Jokowi.

Persoalan PPDB tahun ini mulai bermunculan saat pembukaan pendaftaran dibuka pada Juli ini. Mulai dari manipulasi wilayah tempat tinggal, jual-beli kursi, eksklusivitas sekolah, hingga sekolah yang tak mendapatkan murid, semua persoalan itu mewarnai proses PPDB tahun ini.

Anggota Ombudsman RI, Indraza Marzuki Rais, mendesak kepala daerah untuk menindak tegas praktik kecurangan dalam proses PPDB pada tahun ini. Saat ini, viral berbagai modus kecurangan agar mendapat sekolah yang diinginkan lewat sistem PPDB. Dalam pengawasan penyelenggaraan PPDB yang dilakukan oleh Ombudsman, ditemukan pengulangan pelanggaran di sejumlah daerah. Salah satunya praktik manipulasi data pada dokumen kependudukan dan adanya siswa titipan di sekolah favorit.

“Kepala daerah harus berani bertindak tegas menindaklanjuti temuan-temuan kecurangan tersebut. Bila perlu dapat memberikan sanksi kepada oknum pelaku kecurangan,” kata Indraza, Rabu (19/7/2023). Indraza mengingatkan, pemerintah daerah jangan sampai membiarkan kecurangan PPDB berlarut-larut. “Agar tercipta PPDB yang transparan, adil, dan setara bagi semua calon peserta didik baru,” lanjut Indraza.

Indraza menekankan, penyelenggaraan PPDB tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah pusat, tetapi juga pemerintah daerah. Sebab, pendidikan merupakan salah satu urusan pemerintahan yang bersifat wajib. Karena itu, menurut dia, persoalan pendidikan yang terjadi di daerah harus segera diselesaikan melalui pemerintah daerah setempat. “Termasuk jika ada temuan kecurangan,” ujar Indraza.

Berbagai temuan proses PPDB yang diperoleh dari Kantor Perwakilan Ombudsman saat ini tengah diolah dan dianalisis. Ombudsman juga masih memantau proses penerimaan peserta didik hingga PPDB berakhir. “Berdasarkan pengawasan sebelumnya, biasanya temuan seperti siswa titipan akan dijumpai setelah PPDB selesai,” ujar Indraza.

Hasil temuan Ombudsman RI nantinya disampaikan kepada mendikbudristek, menteri agama, dan menteri dalam negeri. Saran perbaikan dari Ombudsman bakal disertakan agar dapat menjadi bahan rujukan dalam penyusunan kebijakan selanjutnya.

Sejauh ini, Kemendikbudristek juga tengah membentuk satuan tugas (satgas) PPDB. Tim tersebut nantinya akan mengevaluasi segala persoalan yang timbul dari pelaksanaan PPDB di berbagai daerah bersama dengan pemerintah daerah (pemda) setempat. “Timnya sedang diproses dibentuk. Tugasnya mengevaluasi permasalahan PPDB bersama pemda setempat,” ungkap Inspektur Jenderal (Irjen) Kemendikbudristek Chatarina Muliana Girsang, Selasa (18/7/2023).

Rencana pembentukan satgas pemantauan PPDB merupakan hasil kesimpulan rapat antara Kemendikbudristek dan Komisi X DPR RI beberapa waktu lalu. Menurut Chatarina, tim yang sedang dibentuk itu akan diisi oleh pihak-pihak yang ada di unit utama terkait di Kemendikbudristek dan unit pelaksana teknis (UPT) Kemendikbudristek yang tersebar di berbagai di wilayah di Indonesia.

Wakil Ketua Komisi X DPR RI Dede Yusuf menjelaskan, ada enam butir kesimpulan dari hasil rapat dengan Kemendikbudristek mengenai PPDB. Salah satunya adalah meminta Kemendikbudristek membentuk satgas pengawasan PPDB untuk menghasilkan hasil evaluasi paling lambat akhir Oktober 2023.

“Itu hasil kemarin. Jika Oktober belum tuntas masalah, kita akan ganti sistem (PPDB) untuk 2024,” ungkap Dede, Jumat (14/7/2023). Menteri Nadiem tak menghadiri rapat tersebut.

Ada enam butir kesimpulan dari hasil rapat tersebut. Pertama, Komisi X DPR RI mendesak Kemendikbudristek untuk melakukan evaluasi secara menyeluruh dalam menyelesaikan permasalahan yang ada terkait jalur zonasi saat ini. DPR juga mendesak Kemendikbudristek untuk memperjelas mekanisme, definisi, dan kriteria pada jalur prestasi.

Selain itu, DPR mendesak Kemendikbudristek untuk membentuk satgas pengawasan PPDB yang melibatkan kementerian dan lembaga terkait, antara lain Ombudsman di daerah-daerah. Dalam hal ini, DPR juga merekomendasikan pemberian sanksi kepada pejabat yang menyalahgunakan kewenangannya.

Keempat, Komisi X DPR RI mendorong Kemendikbudristek untuk melakukan percepatan pemerataan kualitas sekolah-sekolah negeri agar PPDB lebih berimbang. Terakhir, DPR meminta Satgas Pengawasan PPDB yang dibentuk Kemendikbudristek melaporkan hasil evaluasi selambat-lambatnya pada akhir Oktober 2023.

Kisruh PPDB bukan satu-satunya persoalan dunia pendidikan belakangan. Sebelum itu, muncul keluhan soal mahalnya biaya masuk dan biaya reguler perguruan tinggi negeri di Indonesia. Wakil Ketua Komisi X DPR RI Abdul Fikri Faqih menilai Nadiem harus sering berkomunikasi dan berkoordinasi langsung. Apalagi, kadang persoalan tidak dapat tergambar dalam data-data yang disampaikan pejabat-pejabat di bawahnya.

“Salah satunya (masukan) agar Mas Menteri lebih sering turun ke bawah mengunjungi kampus-kampus, baik negeri maupun swasta,” kata Fikri.

** yev

Tags: sistem zonasi PPDB
Share30Tweet19Send
sayyev

sayyev

Rekomendasi Untuk Anda

“Generasi Emas di Bogor Terancam?” Andhika Kecam Kebijakan Larangan Disdik

by Arsyit Syarifudin
June 6, 2026
0
“Generasi Emas di Bogor Terancam?” Andhika Kecam Kebijakan Larangan Disdik

AKTUALITA.CO.ID - Sekretaris Karang Taruna Kabupaten Bogor Andhika Aditisna melontarkan kritik keras terhadap kebijakan Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Bogor yang melarang pelaksanaan pentas seni dan kegiatan kreativitas siswa...

Read more

Perkuat Layanan Kesehatan, RSUD Jatisampurna Serahkan SK pengangkatan 54 PPPK Paruh Waktu

by Arsyit Syarifudin
June 5, 2026
0
Perkuat Layanan Kesehatan, RSUD Jatisampurna Serahkan SK pengangkatan 54 PPPK Paruh Waktu

AKTUALITA.CO.ID – RSUD Jatisampurna menyelenggarakan Apel Pagi yang dirangkaikan dengan Penyerahan Petikan Surat Keputusan (SK) Pengangkatan Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) Paruh Waktu di lingkungan RSUD Jatisampurna....

Read more

‎Diabetes Tipe 2 Kini Ancam Remaja, Wamenkes Soroti Gaya Hidup Generasi Muda‎

by Arsyit Syarifudin
May 26, 2026
0
‎Diabetes Tipe 2 Kini Ancam Remaja, Wamenkes Soroti Gaya Hidup Generasi Muda‎

AKTUALITA.CO.ID – Penyakit diabetes tipe 2 yang selama ini identik dengan kelompok usia lanjut kini mulai mengancam generasi muda di Indonesia. Wakil Menteri Kesehatan Republik Indonesia Dante Saksono...

Read more

Rusliandy Soroti Peran BMPS, Siap Perkuat Sinergi Jelang SPMB 2026

by Arsyit Syarifudin
May 25, 2026
0
Rusliandy Soroti Peran BMPS, Siap Perkuat Sinergi Jelang SPMB 2026

AKTUALITA.CO.ID – Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Bogor Rusliandy menyampaikan apresiasi dan pandangan positif terhadap pelantikan Komisariat Kecamatan serta Musyawarah Kerja Badan Musyawarah Perguruan Swasta (BMPS) Kabupaten Bogor. Menurutnya,...

Read more

‎BMPS Kabupaten Bogor Lantik Pengurus Komisariat Kecamatan, Perkuat Sinergi Pendidikan Swasta

by Arsyit Syarifudin
May 24, 2026
0
‎BMPS Kabupaten Bogor Lantik Pengurus Komisariat Kecamatan, Perkuat Sinergi Pendidikan Swasta

AKTUALITA.CO.ID – Badan Musyawarah Perguruan Swasta (BMPS) Kabupaten Bogor menggelar pelantikan pengurus Komisariat Kecamatan se-Kabupaten Bogor sekaligus rapat kerja di ruang rapat DPRD Kabupaten Bogor, Sabtu (23/05/26).‎‎Kepala BMPS...

Read more
Next Post
Kantor Desa Leuwinutug Digeruduk Puluhan Siswa SD

Kantor Desa Leuwinutug Digeruduk Puluhan Siswa SD

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Related News

Desa Gunung Putri Gelar Pembentukan Koperasi Desa Merah Putih Sesuai Instruksi Presiden

Desa Gunung Putri Gelar Pembentukan Koperasi Desa Merah Putih Sesuai Instruksi Presiden

April 28, 2025
PT Natamas Plast Terbakar, 7 Karyawan Alami Luka Bakar sampai 20 Persen

PT Natamas Plast Terbakar, 7 Karyawan Alami Luka Bakar sampai 20 Persen

September 22, 2024
Joki Jalur Alternatif  Puncak Viral, Patok Harga Tinggi pada Wisatawan

Joki Jalur Alternatif Puncak Viral, Patok Harga Tinggi pada Wisatawan

December 21, 2024

Telusuri menurut Kategori

  • Daerah
  • Ekonomi dan Bisnis
  • Headline
  • Hukum dan Kriminal
  • Lifestyle
  • Olahraga
  • Pemerintahan
  • Pendidikan dan Kesehatan
  • Peristiwa
  • Sosok dan Politik
Aktualita

aktualita.co.id merupakan portal berita aktual yang tersaji dengan realita seputar pemerintahan, daerah, pendidikan hingga informasi kesehatan untuk memenuhi kebutuhan pembaca masyarakat Indonesia. aktualita.co.id juga telah tergabung dengan Serikat Media siber Indonesia (SMSI) dan wartawannya tergabung dalam organisasi Persatuan Wartawan Indonesia (PWI).

Kategori

  • Daerah
  • Ekonomi dan Bisnis
  • Headline
  • Hukum dan Kriminal
  • Lifestyle
  • Olahraga
  • Pemerintahan
  • Pendidikan dan Kesehatan
  • Peristiwa
  • Sosok dan Politik

Informasi

Redaksi
Karir
Info Iklan
Term & Conditions
Visi dan Misi
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
Kode Etik Jurnalistik

© 2024 aktualita.co.id

No Result
View All Result
  • Home
  • Peristiwa
  • Hukum dan Kriminal
  • Daerah
  • Pendidikan dan Kesehatan
  • Sosok dan Politik
  • Ekonomi dan Bisnis
  • Pemerintahan
  • Lifestyle
  • Olahraga

© 2024 aktualita.co.id

Are you sure want to unlock this post?
Unlock left : 0
Are you sure want to cancel subscription?
Static Icon
✕
Aktualita.co.id

FREE
VIEW