AKTUALITA.CO.ID – Suasana meriah menyelimuti Desa Tlajung Udik, Kecamatan Gunung Putri, Kabupaten Bogor, Sabtu (30/08/25). Ribuan masyarakat dari berbagai wilayah dan kalangan tumpah ruah memadati karnaval kemerdekaan dalam rangka memperingati HUT ke-80 Republik Indonesia yang digelar Pemerintah Desa Tlajung Udik.
Kepala Desa Tlajung Udik Yusuf Ibrahim mengaku terharu sekaligus bangga melihat antusiasme warganya yang begitu besar.
“Saya melihat antusias masyarakat yang begitu luar biasa, sampai saya meneteskan air mata. Bukan karena sedih, tapi karena bangga. Mudah-mudahan semangat persatuan ini terus terjaga demi kemajuan desa,” ungkapnya.

“Selain karnaval sebagai acara puncak, rangkaian kegiatan digelar, mulai dari lomba administrasi posyandu, hadroh, musik islami, perlombaan anak-anak, hingga berbagai perlombaan rakyat di GOR Kecamatan Gunung Putri. Malam harinya, acara ditutup dengan Tabligh Akbar dan doa bersama (istighosah) untuk memohon keberkahan bagi Desa Tlajung Udik dan bangsa Indonesia,” paparnya.
Ia juga mengapresiasi seluruh elemen masyarakat dan warga Desa Tlajung Udik yang telah ikut berpartisipasi memeriahkan kegiatan ini.
“Bagi saya semua dusun sama-sama luar biasa, mulai dari Dusun 1 hingga Dusun 6, semuanya kompak. Inti dari acara ini adalah untuk masyarakat, bukan sekadar kompetisi. Perlombaan yang ada lebih pada ajang untuk menampilkan kreativitas warga, menunjukkan bahwa Desa Telajung Udik punya potensi yang positif,” jelasnya.
Sementara itu, Ketua pelaksana kegiatan Abdul Harly menjelaskan bahwa kegiatan ini melibatkan seluruh elemen masyarakat desa, mulai dari Dusun 1 hingga Dusun 6, serta lembaga-lembaga desa.
“Semua RW dan RT ikut berpartisipasi, total ada 32 RW dan 140 RT. Untuk karnaval, penilaiannya per dusun, sementara lomba tumpeng dinilai per RW. Bahkan, UMKM lokal juga turut serta dengan menghadirkan 28 stand,” ujar Harly yang juga merupakan Sekertaris Desa Tlajung Udik.
Harly menambahkan, persiapan kegiatan hanya berlangsung sekitar dua bulan. Meski relatif singkat, acara tetap berjalan meriah dengan perkiraan peserta yang hadir hampir menembus 5.000 orang.
“Kami berharap kegiatan ini dapat menjadi agenda rutin tahunan. Bahkan, jika mendapat dukungan penuh dari seluruh stakeholder, kami membuka wacana untuk mengembangkan acara ini menjadi lebih besar, seperti festival rakyat Dongdang,” tuturnya.
“Kami pemerintah desa maupun panitia menekankan pesan moral dari kegiatan ini menjaga persatuan, kesatuan, dan kebersamaan warga. Jangan ada lagi perpecahan atau permusuhan. Kita semua harus bersatu demi kemajuan desa,” tegas Harly.
Dengan semangat kemerdekaan, karnaval HUT RI ke-80 di Desa Tlajung Udik bukan hanya menjadi pesta rakyat, tetapi juga momentum mempererat persaudaraan dan menggali potensi desa untuk terus berkembang.
(Rz)









