AKTUALITA.CO.ID – Dunia konstruksi Indonesia kini tak lagi bisa dipandang sebelah mata. PT Semen Indonesia (Persero) Tbk (SIG) baru saja membuktikan komitmennya dalam mencetak SDM konstruksi yang “nggak kaleng-kaleng”. Lewat program Pelatihan dan Sertifikasi Ahli Bangunan, SIG sukses memecahkan rekor Museum Rekor-Dunia Indonesia (MURI), Minggu (1/2/2026).
Kegiatan yang digelar serentak di lima kota besar—termasuk Kabupaten Bogor—ini diikuti oleh 500 peserta. Mereka tidak hanya diajari cara mengaduk semen, tapi dibekali ilmu K3, metode konstruksi efektif, hingga penggunaan material modern.
Direktur Sales dan Marketing SIG, Dicky Saelan, menyebut bahwa para ahli bangunan adalah ujung tombak pembangunan nasional. Semangat “Bangga Bangun Indonesia” menurutnya harus dibarengi dengan peningkatan kompetensi.
“Penghargaan MURI ini menjadi motivasi bagi kami untuk terus berinovasi. Kami ingin ahli bangunan kita lebih terampil, profesional, dan tentu saja bersertifikat,” ujar Dicky.
Tak mau ketinggalan zaman, SIG juga memperkenalkan aplikasi Jago Bangunan. Platform ini bukan sekadar aplikasi biasa, melainkan wadah komunitas bagi belasan ribu tukang bangunan untuk berkonsultasi teknis, menghitung Rencana Anggaran Bangunan (RAB), hingga akses e-learning.
Kehadiran teknologi ini disambut haru oleh para peserta, salah satunya Muhammad Taufik (49), tukang bangunan asal Kemang, Kabupaten Bogor. Pria yang sudah sepuluh tahun bergelut di dunia debu semen ini mengaku sangat terbantu.
“Luar biasa, SIG peduli sama kami para tukang. Sekarang kalau ada kendala di proyek, saya nggak bingung tanya ke siapa, tinggal buka aplikasi Jago Bangunan saja. Pelatihan ini penting supaya pengetahuan kami tetap update dengan material modern sekarang,” tutur Taufik.
Prestasi di lima kota ini barulah awal. SIG menargetkan bakal “menyerbu” lebih dari 100 kabupaten/kota lainnya di seluruh Indonesia dengan target peserta mencapai lebih dari 5.000 ahli bangunan.
Langkah strategis ini diharapkan mampu memperkuat ekosistem bisnis SIG sekaligus memastikan infrastruktur di Indonesia dibangun oleh tangan-tangan profesional yang mengutamakan keamanan dan kualitas.
(Retza)









