AKTUALITA.CO.ID – Direktorat Jenderal Penegakan Hukum (Gakkum) Kementerian Lingkungan Hidup (KLH/BPLH) memperkuat pengawasan terhadap berbagai produk yang beredar di Indonesia, baik yang berasal dari dalam negeri maupun luar negeri.
Hal ini ditegaskan oleh Deputi Bidang Penegakan Hukum Lingkungan Hidup, Irjen Pol. Rizal Irawan, usai pemusnahan udang yang terpapar radioaktif Cesium-137 di fasilitas PPLI, Klapanunggal, Kabupaten Bogor. Rabu (26/11/25).
Irjen Pol. Rizal Irawan menegaskan bahwa pengawasan kini dilakukan semakin intensif sebagai bagian dari mitigasi dan penanganan menyeluruh kasus kontaminasi radioaktif maupun potensi ancaman lingkungan lainnya.
“Prosesnya terus kami intensifkan, baik dalam konteks mitigasi maupun penanganan. Pengawasan terhadap industri dan berbagai sektor lainnya juga kami perkuat,” ujarnya.
Menurutnya, Gakkum KLH bersama Bareskrim Polri dan tim Gegana telah membentuk sinergi untuk meningkatkan pengawasan secara menyeluruh. Pengawasan ini mencakup produk jadi maupun bahan baku, termasuk yang masuk dari jalur impor.
“Terkait mitigasi dan dekontaminasi, kami bekerja sama dengan Bareskrim dan Gegana untuk memperkuat pengawasan terhadap berbagai produk, baik bahan baku maupun produk jadi. Ini berlaku di semua industri, tidak hanya makanan tetapi juga industri lainnya,” jelasnya.
Ia menambahkan bahwa pemerintah telah menggelar pertemuan dengan kementerian serta pemangku kepentingan terkait, termasuk otoritas pelabuhan, untuk memastikan pengawasan di pintu masuk negara dilakukan secara lebih ketat.
“Kemarin kami sudah rapat dengan beberapa kementerian dan komunitas pelabuhan. Pengawasan akan dilaksanakan secara intensif oleh pemerintah sesuai fungsi dan tugas masing-masing,” ungkapnya. (Rz)









