AKTUALITA.CO.ID – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bogor mencatat 50 kejadian bencana alam yang melanda berbagai wilayah dalam kurun waktu 1–3 Desember 2025. Bencana tersebut meliputi angin kencang, tanah longsor, banjir, hingga pergerakan tanah.
Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Bogor, M. Adam Hamdani, mengatakan bahwa periode cuaca ekstrem menjadi faktor utama tingginya laporan bencana dalam tiga hari terakhir. “Selama 3 hari dari 1–3 Desember 2025 sudah ada 50 bencana alam,” ujarnya kepada Aktualita.co.id, pada Jumat (5/12/25).
Terlebih, kata M Adam, pihaknya telah merinci kejadian bencana alam, bahwa dari total kejadian tersebut, angin kencang menjadi yang paling mendominasi. “Angin kencang ada 35 kejadian, tanah longsor 11, banjir dua, dan pergerakan tanah dua,” paparnya.
M Adam menegaskan, bahwa meski jumlah kejadian cukup tinggi, tidak ada korban jiwa maupun luka akibat rangkaian bencana tersebut. Lebih lanjut, M Adam juga mengimbau, kepada masyarakat untuk tetap meningkatkan kewaspadaan, terutama saat cuaca tidak menentu.
“Kami harap masyarakat selalu waspada di mana pun berada. Jangan berteduh di bawah pohon jika ada angin kencang, mengingat angin kencang paling sering terjadi belakangan ini,” pungkasnya.
Terpisah, salah satu warga Gunung Putri, Bogor Dadi (55) mengatakan, untuk saat ini kondisi cuaca memang sangat ekstream. Ia menyebut, belum lama ini desanya baru saja mengalami banjir di salah satu kampung akibat luapan ir sungai yang tidak punya sluran air.
” Jadi saluran air itu sudah tertutup sama rumah dan jalan, hingga air gak ada lagi jalan. Akibatnya banjir melanda, selain itu dengan intensitas hujan yang cukup deras disertai angin di setiap sore juga menjadi faktor pendukung banjir diwilayah tersebut,” ujarnya.
Dadi berharap, BPBD tidak hanya mencatat, tapi memberika solusi. “Pemerintah jangan cuma mencatat tapi memberikan solusi, karena jika hanya menurunkan bantuan tapi tidak memberikan solusi itu sama aja kaya orang sakit yang gak dikasih, dia butuh obat tapi dikasihnya nasi,” tutupnya.
(Pandu)









