AKTUALITA.CO.ID – Sebanyak 441 calon jamaah haji asal Kota Bogor yang tergabung dalam kloter 10 resmi dilepas oleh Wali Kota Bogor, Dedie A. Rachim, di Masjid Raya Al Mi’raj, Jalan Pajajaran, Kota Bogor.
Dedie Rachim menyampaikan, kesempatan menunaikan ibadah haji ke Tanah Suci merupakan anugerah besar yang patut disyukuri. Menurutnya, tidak semua umat Muslim mendapatkan kesempatan tersebut.
“Hari ini, insyaallah bapak dan ibu telah mendapatkan keberkahan menjadi tamu Allah. Jadikan kesempatan ini sebagai pintu untuk semakin bersyukur atas nikmat yang Allah SWT berikan. Saya juga mendoakan bapak dan ibu semua menjadi haji yang mabrur,” ujarnya, Minggu (03/05/26).
Berdasarkan aspirasi masyarakat, kata Dedie, masa tunggu keberangkatan haji saat ini masih cukup panjang, yakni mencapai sekitar 29 tahun. Oleh karena itu, ia berharap adanya kebijakan yang dapat mempercepat proses keberangkatan sekaligus menambah kuota haji.
Ia mengungkapman, Para jamaah dijadwalkan kembali ke Tanah Air pada Juni 2026. Sementara itu jumlah calon jamaah haji Kota Bogor yang masuk daftar tunggu tercatat sebanyak 24.479 orang, terdiri dari 22.550 jamaah reguler dan 1.929 jamaah lanjut usia (lansia), dengan estimasi masa tunggu sekitar 29 tahun.
Ia pun berharap pemerintah Arab Saudi dan pemerintah Indonesia dapat terus bersinergi dalam meningkatkan pelayanan ibadah haji, termasuk penambahan kuota, agar masa tunggu keberangkatan dapat dipersingkat.
“Atas nama Pemerintah Kota Bogor, saya menyampaikan rasa syukur dan turut berbahagia. Semoga seluruh jamaah senantiasa diberikan kesehatan, kekuatan, kemudahan, serta kelancaran dalam menjalankan seluruh rangkaian ibadah haji,” ucapnya.
Bukan cuma itu, ia berpesan kepada seluruh jamaah untuk menjaga niat yang ikhlas, mematuhi aturan, menjaga kesehatan, serta memperkuat kebersamaan selama berada di Tanah Suci.
“Jadilah duta Kota Bogor yang mencerminkan akhlak mulia, kedisiplinan, dan nilai-nilai Islam yang rahmatan lil ‘alamin,” pesannya.
Sementara itu, Kepala Seksi Penyelenggaraan Haji dan Umrah Indra Karmawan menyampaikan, jamaah termuda dalam rombongan ini berusia 22 tahun, sedangkan yang tertua berusia 84 tahun.
“Secara umum kondisi kesehatan jamaah dalam keadaan baik. Insyaallah tahun ini pelayanan juga lebih tertata dan lebih baik dibandingkan tahun sebelumnya, khususnya bagi jamaah yang tergabung dalam embarkasi JKS Bekasi,” jelasnya.
Ia juga mengingatkan, kondisi cuaca di Tanah Suci yang diperkirakan mencapai 45 hingga 48 derajat Celsius menjadi tantangan tersendiri.
“Para jamaah diminta mempersiapkan diri secara optimal, baik dari segi fisik, mental, maupun perlengkapan pendukung lainnya,” tutupnya.
(Retza)









