AKTUALITA.CO.ID – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor resmi menetapkan status siaga bencana menyusul meningkatnya potensi bencana hidrometeorologi pada akhir tahun hingga awal tahun depan.
Pasalnya, penetapan status ini dilakukan sebagai tindak lanjut dari imbauan Pemerintah Provinsi Jawa Barat.
Bupati Bogor, Rudy Susmanto, mengatakan bahwa pihaknya telah menyiapkan langkah antisipasi dengan membentuk zonasi Tim Reaksi Cepat (TRC) di enam wilayah rawan bencana.
“Kami juga menetapkan status siaga bencana yang berlaku sampai tahun depan. Sesuai imbauan Pemprov Jawa Barat, kami sudah berdiskusi dengan Kapolres untuk membuat zonasi tim reaksi cepat di enam wilayah,” ujar Rudy kepada Aktualita.co.id di Pendopo Bupati Bogor, Selasa (9/12/25).
Terlebih, Rudy menjelaskan, bahwa wilayah selatan Kabupaten Bogor menjadi perhatian utama, terutama karena kondisi geografisnya yang rawan longsor.
“Wilayah pertama ada di Pospol Gadog untuk area selatan. Kami mempersiapkan sejumlah alat berat yang sudah terparkir di sana, sehingga saat terjadi bencana, mobilitas alat berat lebih cepat. Operator juga kami siagakan di posko bersama di Pospol Gadog,” jelasnya.
Orang nomor satu di Bumi Tegar Beriman itu memaparkan, beberapa kecamatan yang ditetapkan sebagai prioritas siaga bencana.
“Pertama Kecamatan Megamendung, terutama setelah kejadian pekan lalu di wilayah Cikereteg, lalu Cisarua, Cigudeg di wilayah barat, Nanggung dan beberapa titik rawan di wilayah timur Kabupaten Bogor,” paparnya.
Lebih lanjut, Rudy juga menambahkan, bahwa Pemkab Bogor telah mengelompokkan wilayah tersebut dalam beberapa klaster penanganan. Hal itu dilakukan untuk memastikan alat berat dan personel standby di titik-titik strategis.
“Semua wilayah kita cluster bersama, sehingga alat-alat yang kami miliki dapat langsung dikerahkan. Kami pastikan standby di beberapa titik tersebut,” tutupnya.
(Pandu)









