AKTUALITA.CO.ID – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor melalui Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) berencana mengisi kegiatan Car Free Night (CFN) di kawasan Jalan Tegar Beriman, Cibinong, dengan berbagai aktivitas kebudayaan dan seni tradisional.
Kepala Disbudpar Kabupaten Bogor, Ria Marlisa, mengatakan bahwa konsep CFN di Cibinong nantinya akan serupa dengan pelaksanaan Car Free Day (CFD), dengan melibatkan seluruh perangkat daerah untuk mengisi kegiatan pada momentum tertentu, termasuk pada malam pergantian tahun.
“Insyaallah nanti konsepnya seperti CFD. Kami akan melakukan kegiatan dengan melibatkan semua dinas yang mengisi CFN pada tanggal 31 Desember, namun tetap menyesuaikan dengan kondisi cuaca,” kata Ria Marlisa, Selasa (23/12/25).
Ia berharap cuaca mendukung agar berbagai kegiatan dapat berjalan optimal. Menurutnya, jika kondisi memungkinkan, CFN akan diisi dengan workshop kebudayaan serta aktivitas seni lainnya.
“Mudah-mudahan cuacanya bagus, jadi kita bisa melaksanakan workshop ataupun kegiatan-kegiatan lainnya. Untuk kebudayaan, termasuk musik-musik tradisional, saat ini sedang kami persiapkan,” jelasnya.
Namun demikian, Ria, menegaskan bahwa faktor cuaca menjadi pertimbangan utama dalam pelaksanaan kegiatan tersebut, mengingat kondisi cuaca belakangan ini yang cukup cepat berubah.
“Semua masih kami persiapkan, tetapi sangat bergantung pada faktor cuaca karena akhir-akhir ini memang cepat berubah,” tambahnya.
Sebelumnya, Bupati Bogor Rudy Susmanto menyampaikan bahwa Pemkab Bogor tengah menyiapkan sejumlah titik strategis untuk mengurai konsentrasi massa saat malam tahun baru, salah satunya dengan menerapkan mekanisme Car Free Night di Cibinong Raya.
“Kita mempersiapkan jalur alternatif di Cibinong Raya, termasuk di sekitar Stadion Pakansari dan Jalan Tegar Beriman,” ujar Rudy.
Ia menjelaskan, jika setiap hari Minggu diberlakukan Car Free Day, maka pada malam tahun baru akan dicoba mekanisme Car Free Night.
Nantinya, masyarakat yang biasanya menggunakan kendaraan bermotor akan diarahkan untuk memarkirkan kendaraannya di lokasi yang telah disediakan.
“Nanti motornya diparkir, kemudian area tersebut kita siapkan untuk pelaku UMKM, sehingga konsentrasi massa tidak terpusat di satu titik saja, baik di Cibinong maupun di Puncak,” pungkasnya.
(Pandu)









