AKTUALITA.CO.ID — Pengamat politik dan kebijakan publik Yusfitriadi menilai kegagalan pembayaran (gagal bayar) sejumlah proyek infrastruktur di Kabupaten Bogor pada tahun anggaran 2025 disebabkan oleh kesalahan perhitungan anggaran dan perencanaan yang tidak matang.
Hal tersebut disampaikan Yusfitriadi sejalan dengan pernyataan Ketua DPRD Kabupaten Bogor Sastra Winara yang menyebutkan bahwa gagal bayar proyek terjadi akibat salah hitung dalam penyusunan anggaran.
Menurut Yusfitriadi, perencanaan yang kurang cermat membuat alokasi dana dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) tidak mencukupi untuk memenuhi kewajiban pembayaran kepada para penyedia jasa atau kontraktor.
Bahkan, ia menduga terdapat unsur kelalaian hingga kemungkinan adanya pihak yang tidak serius dalam proses penganggaran.
“Saya melihat gagal bayar proyek sejumlah proyek infrastruktur di tahun anggaran 2025 itu karena salah hitung dan perencanaan yang tidak matang, sehingga uang di APBD tidak cukup untuk membayar para penyedia jasa atau kontraktor,” ujar Yusfitriadi,, Jumat (23/1/2026).
Ia menegaskan, kejadian tersebut harus menjadi pelajaran penting bagi Pemerintah Kabupaten Bogor agar ke depan mekanisme penyusunan anggaran dilakukan dengan lebih hati-hati dan profesional. Evaluasi menyeluruh diperlukan agar peristiwa serupa tidak kembali terulang.
“Penyusunan anggaran harus dikalkulasi, diteliti, dan dihitung secara matang agar tidak terjadi defisit dalam APBD Kabupaten Bogor,” tegasnya.
Lebih lanjut, Yusfitriadi menyampaikan bahwa persoalan gagal bayar bukan hanya tanggung jawab satu pihak, melainkan menjadi masalah bersama.
Ia mendorong seluruh Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) untuk duduk bersama dan mencari solusi konkret agar kewajiban pembayaran kepada kontraktor dapat segera diselesaikan.
“Gagal bayar ini adalah masalah bersama dan harus dicari solusinya, supaya utang kepada kontraktor bisa segera dibayarkan,” tuturnya.
“Dengan adanya evaluasi dan perbaikan tata kelola anggaran, kepercayaan para penyedia jasa terhadap pemerintah daerah dapat kembali terjaga serta pelaksanaan pembangunan di Kabupaten Bogor ke depan dapat berjalan lebih optimal,” pungkasnya.









