AKTUALITA.CO.ID – Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Dadan Hindayana mengungkapkan bahwa hingga saat ini, ada sebanyak 22.275 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) telah beroperasi dan melayani sebanyak 60.700.000 penerima manfaat Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di seluruh Indonesia.
Hal tersebut disampaikan Dadan usai menghadiri Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Pemerintah Pusat dan Daerah Tahun 2026 yang digelar di Sentul International Convention Center (SICC), Bogor, Jawa Barat, Senin (2/2/2026).
Menurut Dadan, meskipun capaian jumlah SPPG dan penerima manfaat terus meningkat, Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto menegaskan agar BGN tetap mengedepankan kualitas dan keamanan layanan.
“Arahan pertama dari Pak Presiden adalah BGN harus bekerja dengan sangat cermat. Target memang harus dikejar, tetapi kualitas dan keamanan penyajian harus terus ditingkatkan,” ujar Dadan kepada wartawan.
Ia mengatakan, BGN akan segera membentuk tim akreditasi dan sertifikasi SPPG pada tahun ini. Tim tersebut nantinya bertugas untuk memastikan seluruh SPPG memenuhi standar layanan gizi yang telah ditetapkan.
“Tahun ini kita akan membentuk tim akreditasi dan sertifikasi agar seluruh SPPG memiliki kualifikasi yang baik,” terangnya.
Dadan menjelaskan, ke depan BGN akan menerapkan sistem gradasi penilaian SPPG, mulai dari kategori unggul hingga perlu pembinaan lebih lanjut.
“Nanti akan ada penilaian, mulai dari SPPG unggul dengan nilai A, sangat baik dengan nilai B, dan baik dengan nilai C. Bahkan mungkin ada SPPG yang harus berjuang lebih keras agar bisa terus melanjutkan kegiatannya,” jelasnya.
Lebih lanjut, Dadan menegaskan bahwa pada tahun 2026 fokus utama BGN tidak hanya pada perluasan jangkauan penerima MBG, tetapi juga pada peningkatan kualitas penyajian dan edukasi gizi.
“Nanti tidak hanya mendapatkan intervensi pemenuhan gizi, tetapi juga akan dibekali edukasi tentang pemilihan makanan yang sehat,” tegasnya.
“Saya kira itulah arah program kita di tahun 2026,” pungkasnya.
(Retza)









