AKTUALITA.CO.ID – Pemerintah Kabupaten Bogor melakukan penyegaran birokrasi dengan melantik sebanyak 24 pegawai dalam jabatan struktural dan fungsional.
Bupati Bogor Rudy Susmanto menyampaikan, pelantikan tersebut merupakan bagian dari pengambilan sumpah janji jabatan bagi pejabat struktural maupun fungsional di lingkungan Pemkab Bogor.
“Kami telah melaksanakan acara pengambilan sumpah janji jabatan struktural maupun fungsional. Untuk jabatan eselon 3 dan eselon 4 yang dilantik hari ini sebanyak 19 orang, sedangkan jabatan fungsional ada 5 orang,” ujar Rudy usai melakukan pelantikan di Pendopo Bupati Bogor, Cibinong. Jumat (13/2/2026).
Rudy mengungkapkan, saat ini masih terdapat 105 jabatan kosong di lingkungan Pemerintah Kabupaten Bogor, mulai dari eselon 2, eselon 3 hingga eselon 4. Dengan dilantiknya 19 pejabat struktural hari ini, maka masih tersisa 96 jabatan yang belum terisi.
Untuk mengisi kekosongan tersebut, kata Rudy, Pemkab Bogor akan segera memulai tahapan seleksi dalam waktu maksimal dua minggu ke depan.
“Berbeda dari mekanisme sebelumnya, kali ini pemerintah akan membuka peluang secara terbuka tidak hanya untuk eselon 2, tetapi juga eselon 3 dan eselon 4,” katanya.
“Selama ini open bidding hanya berlaku untuk pejabat eselon 2. Dua minggu lagi kami akan buka secara terbuka, baik pejabat eselon 3 maupun eselon 4. Yang golongannya sudah mencukupi diperkenankan untuk mendaftar, kemudian kami siapkan tahapan mekanismenya,” jelasnya.
Rudy menegaskan, mekanisme baru ini bertujuan memberikan kesempatan dan jenjang karier yang sama bagi seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN), tanpa memandang lokasi penugasan.
Menurutnya, ASN yang bertugas di kelurahan, kecamatan, UPT, maupun wilayah Barat, Timur, Utara, dan Selatan Kabupaten Bogor, meskipun jauh dari pusat pemerintahan, tetap memiliki hak dan peluang yang setara untuk berkembang.
“Walaupun jarang terlihat di kantor pemerintah Kabupaten Bogor, mereka memiliki hak dan jenjang karier yang sama,” tegasnya.
Sebelum prosesi pengambilan sumpah janji, Rudy juga menegaskan komitmennya terhadap transparansi dan integritas pemerintahan. Ia memastikan tidak ada praktik jual-beli jabatan di masa kepemimpinannya bersama Wakil Bupati Ade Ruhandi.
“Apabila dapat menunjukkan bukti bahwa penempatan jabatan menggunakan uang dan lain sebagainya, silakan tunjukkan buktinya dan laporkan. Kami pastikan di zaman pemerintahan Rudy Susmanto dan Ade Ruhandi tidak ada jual-beli jabatan,” tegasnya.
Lebih lanjut ia menjelaskan,Pengisian kekosongan jabatan ini juga menjadi bagian dari persiapan menjelang genap satu tahun masa kepemimpinan Rudy Susmanto dan Ade Ruhandi. Ia menekankan pentingnya menyiapkan SDM yang prima dan sesuai dengan potensi di bidangnya masing-masing.
Untuk proses seleksi pimpinan tinggi (Pimsel), Lanjut Rudy, Pemkab Bogor akan menggandeng sejumlah akademisi dari berbagai universitas di Kabupaten Bogor sebagai bagian dari panitia seleksi.
“Tujuannya agar semua yang dilantik benar-benar kami kenal. Kenal bukan sekadar berkenalan, tetapi mengenali potensi dan kemampuan yang dimiliki,” ungkapnya.
“Dan tentunya banyak orang-orang hebat di Kabupaten Bogor yang hari ini belum terlihat, belum nampak. Sehingga banyak wajah-wajah baru yang akan muncul membangun Bogor bersama-sama,” pungkasnya.









