AKTUALITA.CO.ID — Sardi Efendi, selaku Ketua DPRD Kota Bekasi memastikan pembangunan Ruang Kelas Baru (RKB) di SDN Pejuang V, Kecamatan Medansatria, menjadi usulan utama dalam reses sidang I tahun 2026, Jumat (13/2/2026).
Menurut politisi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) ini, aspirasi tersebut selaras dengan Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Kota Bekasi tahun 2027 yang menitikberatkan pada peningkatan kualitas pendidikan dan kesehatan.
“Apa yang diperjuangkan di SDN Pejuang V sejalan dengan rancangan atau rencana kerja kami. Fokus kita jelas, meningkatkan mutu pendidikan,” ujar Sardi.
Ia menegaskan, setiap usulan masyarakat akan dikawal sesuai mekanisme perencanaan daerah. Program pembangunan, kata dia, disusun berdasarkan skala prioritas yang telah ditetapkan setiap tahun.
“Boleh saja masyarakat mengusulkan berbagai kebutuhan. Namun pelaksanaannya tetap mengacu pada RKPD agar pembangunan terarah dan tepat sasaran,” jelasnya.
Di sisi lain, warga sekolah menyambut positif komitmen tersebut. Ketua Komite SDN Pejuang V, Uus Ratna, mengungkapkan kebutuhan ruang kelas sudah lama dinantikan.
“Kebutuhan mendasar kami memang RKB. Sudah bertahun-tahun belum tersentuh. Kami bersyukur Pak Sardi langsung merespons dan siap memperjuangkan,” katanya.
Kepala Sekolah Marwan menambahkan, keterbatasan ruang belajar membuat sebagian anak di sekitar sekolah belum tertampung.
“Minat warga sangat tinggi untuk menyekolahkan anaknya di sini. Dengan adanya tambahan RKB nanti, kami berharap tidak ada lagi yang tertunda,” ujarnya.
Menutup pertemuan, Sardi mengajak seluruh unsur sekolah menyepakati pembangunan RKB sebagai kebutuhan mendesak.
“Kalau ini menjadi prioritas bersama, kita kawal hingga terealisasi demi kualitas pendidikan yang lebih baik,” tegasnya.
Ketua DPRD Kota Bekasi, Sardi Effendi, menegaskan pentingnya pemerataan pembangunan di seluruh wilayah, terutama dalam sektor pendidikan dan infrastruktur dasar.
Ia menyoroti masih adanya sekolah yang kekurangan fasilitas, bahkan beberapa siswa masih belajar di ruang darurat.
“Data dari Dinas Pendidikan menunjukkan ada sekitar 39 ribu kekurangan bangku, meja, dan lemari. Ini harus menjadi prioritas di tahun anggaran berikutnya,” ujarnya.
Sardi menyebut, pembangunan ruang kelas baru (RKB) wajib diiringi dengan ketersediaan meubeler agar tidak ada lagi kasus siswa belajar tanpa sarana yang memadai.
“Jangan sampai ada ruang kelas tapi tidak ada meja dan kursinya. Daya tampung sekolah juga harus sesuai jumlah siswa,” tegasnya.
Selain itu, DPRD mendorong agar rencana pembangunan lebih merata di seluruh 12 kecamatan, termasuk wilayah Jatisampurna dan Bekasi Utara yang masih minim fasilitas pendidikan.
“Kalau Musrenbang dan Renja Dinas disusun dengan baik, pemerataan akan tercapai. DPRD memastikan hasil reses kami dari seluruh dapil bisa diakomodasi dalam RKPD,” katanya.
Menurut Sardi, DPRD juga mengawasi agar target-target pembangunan dalam RPJMD dan LKPJ Wali Kota bisa tercapai, terutama dalam sektor kesehatan dan pendidikan.
“Semua Puskesmas harus terbangun, SMP baru harus berdiri, dan rumah sakit daerah harus punya spesialisasi pelayanan,” tutupnya.
Menurut Sardi Efendi, Kota Bekasi tidak hanya harus dikenal sebagai kota jasa dan perdagangan yang maju, tetapi juga perlu didorong menjadi kota pendidikan yang mampu mencetak generasi unggul dan berdaya saing.
Pada sesi pemaparan materi, Ketua DPRD menekankan pentingnya peningkatan peran BMPS dalam mendukung kualitas pendidikan, khususnya melalui empat aspek utama, yaitu penguatan bantuan operasional pendidikan, pemberian beasiswa bagi siswa kurang mampu, perbaikan sarana dan prasarana, serta peningkatan mutu dan kualitas guru.
Melalui kegiatan ini diharapkan terjalin sinergi yang semakin kuat antara DPRD, pemerintah daerah, dan lembaga pendidikan swasta dalam mewujudkan sistem pendidikan yang lebih merata, berkualitas, dan berkeadilan di Kota Bekasi. (ADV)









