AKTUALITA.CO.ID – Suasana hangat dan penuh kekeluargaan mewarnai kegiatan reses pertama Tahun Anggaran 2026 anggota DPRD Kota Bekasi, Haji Gilang Esa Mohamad S.IP., yang digelar di kediaman Ketua RW 13, Ahmad Sofyan, Kranji – Bekasi Barat, Selasa (17/2/2026).
Dibuka oleh MC Moch Firmansyah, dan Haji Gilang atau lebih sering dipanggil Bang Gilang yang datang dengan gaya komunikatif dan membumi, Gilang membuka pertemuan dengan permohonan maaf atas keterlambatan sekaligus menyapa warga seperti keluarga sendiri.
Ia mengingat masa kecilnya di lingkungan tersebut, menciptakan kedekatan emosional yang membuat forum terasa cair namun tetap substansial.
“Saya tipe orang seperti lampu mobil, bicara sejauh yang bisa saya lihat dan kerjakan. Yang bisa kita lakukan kita lakukan. Dan yang belum bisa saya bilang belum bisa,” ujar Bang Gilang disambut tepuk tangan warga.
Reses ini juga menjadi ruang terbuka bagi warga menyuarakan kebutuhan nyata, mulai dari Infrastruktur Lingkungan, antara lain:
RT 02 mengusulkan pembangunan saluran air (udit) ±50 meter untuk mengatasi genangan saat musim hujan.
RT 01 dan RT 03 meminta pengaspalan gang lingkungan sepanjang 120–150 meter serta perbaikan pos ronda.
Usulan peningkatan ketahanan ekonomi warga melalui akses pekerjaan dan pelatihan juga mengemuka.
Pemberdayaan posyandu, Kader Posyandu RW 13 menyuarakan kebutuhan mendesak pembangunan gedung posyandu permanen, Insentif kader, Seragam operasional,
Timbangan dan alat ukur kesehatan yang layak.
Keluhan disampaikan dengan nada jujur dan menyentuh, menggambarkan pengabdian para ibu kader yang bekerja sukarela demi kesehatan balita dan lansia.
Warga juga menyoroti, akses BPJS dan reaktivasi peserta nonaktif. Serta data DTKS dan bantuan sosial
Rumah warga yang ambruk akibat hujan deras.
Jawaban langsung dan komitmennya dalam menanggapi aspirasi tersebut, Gilang merespons satu per satu secara konkret.
“Untuk usulan infrastruktur siap di usulkan pada APBD perubahan 2026 ini, hibah pemberdayaan melalui Yayasan/koperasi berbadan hukum. Untuk pembangunan posyandu siap di usulkan jika lahan ada dan urusan kader posyandu lainnya. Terakhir kasus rumah ambruk saya
Langsung kirim tim menindaklanjutinya,” ucapnya.
Ia juga menekankan pentingnya jalur komunikasi melalui RT dan RW agar aspirasi tidak berhenti di forum seremonial. Reses yang menyentuh tak hanya bicara program, namun pertemuan tersebut juga diwarnai dengan nuansa humanis.
Diakhir acara reses, bang Gilang menyelipkan humor, kuis berhadiah, ucapan imlek bagi warga tionghoa, hingga pesan menyambut ramadhan. Suasana menjadi hidup, hangat, dan inklusif.
Sebagai kader Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan, ia menegaskan posisi sebagai penyeimbang kebijakan nasional, mendukung program yang pro-rakyat, sekaligus siap mengkritisi pemerintah jika tak berpihak pada masyarakat. (ADV)









