AKTUALITA.CO.ID – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor bersama PT Bukit Jonggol Asri (BJA) mulai mematangkan langkah penataan aset di Desa Sukaresmi di Kavling Harmoni Sukaresmi, Desa Sukaresmi, Sabtu (7/3/2026).
Langkah ini diawali dengan pertemuan silaturahmi sekaligus sosialisasi kepada masyarakat setempat guna memastikan program pembangunan berjalan kondusif.
Kepala Divisi Land PT BJA, Luci Emmawati menegaskan, pertemuan ini merupakan bentuk silaturahmi kepada kepada warga. Dimana lahan tersebut merupakan bagian dari hibah PT BJA kepada Pemda sesuai komitmen perusahaan.
” Kami akan mulai mengadakan kegiatan di atas lahan tersebut sesuai komitmen kami untuk menyerahkan aset dalam keadaan clean and clear,” ujar Luci.
Dalam waktu dekat, kata dia, tim akan melakukan pendataan lapangan secara menyeluruh. Luci juga menekankan bahwa PT BJA tidak bergerak sendiri, melainkan terus berkoordinasi dengan arahan Bupati Bogor.
“Kami berjalan bersama jajaran Pemkab agar semua sesuai prosedur,” cetusnya.
Sementara, Wakil Ketua Komisi III DPRD Kabupaten Bogor, Beben Suhendar menyambut baik langkah proaktif ini.
Menurutnya, pasca penandatanganan MOU serah terima aset Prasarana, Sarana, dan Utilitas (PSU), PT BJA memiliki kewajiban untuk memastikan lahan tersebut siap bangun secara administrasi maupun fisik.
“BJA punya kewajiban menyerahkan aset 63,8 hektar itu dalam keadaan clean and clear. Meskipun fakta di lapangan masih ada penggarap, itu menjadi tugas PT BJA untuk menyelesaikannya secara baik, karena Pemkab sudah memiliki rencana pemanfaatan untuk program pembangunan,” jelas politisi Gerindra tersebut.
Beben juga menghimbau masyarakat agar tetap menjaga suasana kondusif demi kepentingan bersama dan akan mendorong Pemda untuk segera mengalokasikan anggaran infrastruktur.
Untuk diketahui, Salah satu agenda besar di lahan tersebut adalah pembukaan jalan baru dengan lebar 30 meter. Rencananya, proyek ini akan melibatkan Kodim melalui program Bakti TNI.
“Kita sudah sepakat dengan Kodim dan DPMD untuk meninjau lapangan. Saat ini koordinasi terus diperkuat dengan dandramil, kapolsek, hingga dua kepala desa setempat agar pelaksanaan pembukaan jalan lebar 30 meter ini tidak menemui kendala di lapangan,” tutup Beben.
(Deni Supriadi)









