AKTUALITA.CO.ID – Dinas Ketahanan Pangan (DKP) Kabupaten Bogor mendorong masyarakat untuk kembali membangun leuit atau lumbung padi tradisional di setiap desa sebagai langkah antisipasi terhadap potensi krisis pangan akibat dinamika geopolitik global, khususnya yang tengah terjadi di kawasan Timur Tengah.
Kepala DKP Kabupaten Bogor, Teuku Mulya, menjelaskan bahwa keberadaan lumbung padi tradisional menjadi salah satu strategi untuk menjaga ketersediaan cadangan pangan di tingkat masyarakat.
“Masyarakat harus punya lumbung. Kita sedang mencanangkan lumbung-lumbung itu melalui leuit, agar di setiap desa seharusnya memiliki lumbung tersebut,” ujar Teuku kepada Aktualita.co.id, Minggu (15/3/2026).
Menurutnya, kata Teuku, langkah tersebut dilakukan sebagai bentuk kesiapsiagaan apabila terjadi gangguan pasokan pangan yang dipicu oleh kondisi geopolitik global maupun faktor lainnya.
Selain mengembangkan program lumbung padi tradisional, DKP Kabupaten Bogor juga tengah menggencarkan program tanam pekarangan bagi masyarakat. Program ini bertujuan agar warga dapat memanfaatkan lahan di sekitar rumah untuk menanam bahan pangan sehari-hari.
“Di samping itu kita juga giat tanam pekarangan. Jadi kalau terjadi problem pasokan, masyarakat masih bisa mengonsumsi bahan pangan dari sekitar rumahnya sendiri,” jelasnya.
Teuku menambahkan, saat ini pihaknya telah menyiapkan 73 titik lumbung padi tradisional di sejumlah wilayah di Kabupaten Bogor sebagai bagian dari program penguatan cadangan pangan daerah.
Meski demikian, ia memastikan bahwa stok bahan pangan di Kabupaten Bogor hingga saat ini masih dalam kondisi aman.
“Iya, kita sedang membuat itu. Sekarang sudah ada 73 titik yang kita coba bangun,” pungkasnya.
(Pandu)
AKTUALITA.CO.ID – Pemerintah Kabupaten Bogor merencanakan pelaksanaan Salat Idul Adha 1447 Hijriah/2026 dipusatkan di Masjid Agung Baitul Faizin, Cibinong, Kabupaten Bogor. Bupati Bogor Rudy Susmanto mengatakan, sebelumnya Pemerintah...
Read more









