AKTUALITA.CO.ID – Upaya pencarian intensif terhadap seorang remaja laki-laki berinisial MF (16), yang hanyut di aliran Sungai Cileungsi, Kampung Tajur, Desa Tajur, Kecamatan Citeureup, Kabupaten Bogor, akhirnya membuahkan hasil.
Korban yang merupakan warga Ciriung, Kecamatan Cibinong, Kabupaten Bogor, ditemukan dalam kondisi meninggal dunia oleh tim SAR gabunga, pada Minggu (22/3/2025) sore.
Koordinator Unit Siaga SAR Bogor Muhammad Fazry mengatakan, peristiwa nahas itu bermula saat korban sedang berenang bersama dua orang rekannya di aliran Sungai Cileungsi.
Namun, suasana yang awalnya penuh keceriaan mendadak berubah menjadi duka ketika korban tiba-tiba terbawa arus deras dan tenggelam.
“Dua rekan korban yang selamat segera melaporkan kejadian tersebut kepada warga sekitar, pihak keluarga, dan petugas berwenang,” katanya.
Setelah menerima laporan sekitar pukul 09.40 WIB, tim SAR gabungan yang terdiri dari Basarnas, BPBD Kabupaten Bogor, BPBD Kota Bogor, Damkar, Satpol PP, serta sejumlah unsur potensi SAR lainnya langsung bergerak menuju lokasi kejadian.
“Kami mulai melakukan pencarian sekitar pukul 10.00 WIB. Tim penyelam dikerahkan untuk menyisir area di sekitar titik terakhir korban terlihat,” ujar Fazry usai proses evakuasi.
Selama beberapa jam, tim SAR melakukan penyisiran secara intensif dengan metode penyelaman dan pencarian di aliran sungai. Hasilnya, korban akhirnya ditemukan tidak jauh dari lokasi awal dirinya tenggelam.
“Alhamdulillah, sekitar pukul 16.50 WIB, korban berhasil ditemukan di sekitar lokasi kejadian,” tuturnya.
Pihak Basarnas menyampaikan duka mendalam kepada keluarga korban atas musibah tersebut. Petugas juga mengimbau masyarakat, khususnya para orang tua, untuk lebih waspada dan meningkatkan pengawasan terhadap anak-anak saat beraktivitas di sekitar sungai, mengingat kondisi arus dapat berubah sewaktu-waktu dan berpotensi membahayakan.
“Kami turut berduka cita atas kejadian yang menimpa korban. Kami mengimbau warga untuk tetap berhati-hati saat bermain di sungai agar kejadian serupa tidak terulang kembali,” pungkasnyya.
(Retza)









