AKTUALITA.CO.ID – Upaya meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) di bidang olahraga terus diperkuat melalui kolaborasi lintas kementerian. Menteri Pemuda dan Olahraga RI, Erick Thohir, menyampaikan dukungannya terhadap program beasiswa keolahragaan yang dinilai mampu menjamin masa depan atlet pelajar, baik selama berkarier maupun setelah pensiun dari dunia olahraga.
Hal tersebut disampaikan Erick usai penandatanganan nota kesepahaman dengan Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi, Brian Yuliarto, yang berlangsung di kantor Kemenpora, Jakarta, Minggu (19/4/26).
Menurut Erick, program beasiswa melalui Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) kini semakin fleksibel. Jika sebelumnya lebih difokuskan untuk studi ke luar negeri, kini atlet juga dapat memanfaatkan beasiswa tersebut untuk menempuh pendidikan di dalam negeri.
Ia menilai kerjasama ini menjadi solusi konkret bagi para atlet untuk tetap mendapatkan akses pendidikan yang layak tanpa harus meninggalkan karier olahraga mereka. Selain itu, kolaborasi ini juga membuka peluang pemanfaatan fasilitas olahraga yang terintegrasi dengan lingkungan perguruan tinggi.
“Fasilitas olahraga di sekitar kampus dapat dioptimalkan dan disinergikan, sehingga penggunaannya menjadi lebih maksimal,” ujar Erick.
Sementara itu, Brian Yuliarto menekankan pentingnya kontribusi perguruan tinggi dalam memajukan dunia olahraga melalui pendekatan ilmiah. Ia mendorong kampus-kampus di Indonesia untuk aktif melakukan riset dan inovasi, khususnya di bidang sport science dan manajemen olahraga.
Menurutnya, perkembangan olahraga modern tidak bisa dilepaskan dari dukungan sains dan teknologi. Oleh karena itu, peran akademisi menjadi krusial dalam menciptakan sistem pembinaan atlet yang lebih profesional dan berbasis riset.
Brian juga berharap semangat olahraga dapat terus tumbuh di lingkungan kampus, sehingga melahirkan generasi muda yang tidak hanya sehat secara fisik, tetapi juga produktif dalam berkarya.
“Ke depan, dosen, peneliti, hingga guru besar diharapkan berkontribusi dalam pengembangan riset olahraga, baik dari sisi ilmu pengetahuan maupun manajemen,” pungkasnya.
(Deni supriadi)









